Israel Tak Sabar Serang Iran

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Khalil Hamra

    AP/Khalil Hamra

    TEMPO Interaktif, TEL AVIV: -- Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak menyatakan Iran kian dekat membangun sebuah bom nuklir. Berbicara dalam program televisi Channel 2 bertajuk "Meet the Press", Barak membantah bahwa ledakan terbaru di Iran menandai awal kampanye militer.

    Barak mengatakan aksi-aksi terhadap Iran muncul di atmosfer diplomatik, lewat sanksi-sanksi dan aktivitas Badan Energi Atom Internasional (IAEA). "Iran kian dekat ke sebuah bom, dan sanksi-sanksi harus segera, terfokus, dan kuat," ucap Barak. "Kami tak bisa menunggu dan berkata, 'kita akan lihat jika mereka punya sebuah bom,' dan lalu kami beraksi. Mengapa kita tidak dapat beraksi?"

    Menanggapi pidato Menteri Pertahanan Amerika Serikat Leon Panetta, Sabtu lalu, yang mendesak Israel tak bertindak sendiri terhadap Iran, Barak menyatakan sepenuhnya pesan Panetta lebih kompleks dari itu.

    Dari Teheran, Kementerian Luar Negeri Iran yakin, jika Barat serius memutuskan memblokade kemampuan Iran dalam mengekspor minyak, harga minyak mentah dunia akan melonjak dua kali lipat. "Segera, begitu isu itu menjadi serius, harga minyak bakal melambung di atas US$ 250 per barel," ujar juru bicara Kementerian, Ramin Mehmanparast, kepada harian reformis Sharq kemarin.

    Barat pekan lalu sibuk berunding dan melansir sanksi atas program nuklir Iran sejak IAEA merilis laporan bulan lalu bahwa ada bukti bahwa Teheran bekerja mendesain sebuah bom nuklir. Iran menegaskan bahwa program nuklir mereka sepenuhnya untuk keperluan damai.

    Haaretz | Reuters | Dwi Arjanto


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.