Saif Qadhafi Bayar Guru Les Rp 57,2 Juta Per Bulan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Saif al-Islam, putra Muammar Qadhafi. REUTERS/Paul Hackett

    Saif al-Islam, putra Muammar Qadhafi. REUTERS/Paul Hackett

    TEMPO Interaktif, London - Saif al-Islam membayar guru privat £4.000 atau sekitar Rp 57,2 juta per bulan ketika dia kuliah di London School of Economics (LSE), Inggris, pada 2002.

    Seperti dilansir The Telegraph, Kamis, 1 Desember 2011, sebuah dokumen menyebutkan putra bekas diktator Libya Muammar Qadhafi itu membayar Dr. Philipp Dorstewitz sebesar £150 per jam untuk les dan £ 600 untuk “esai dan makalah”.

    Kasus itu semakin menyuburkan pertanyaan atas apa yang dilakukan Saif selama kuliah di LSE. Seperti dilaporkan bekas hakim Lord Woolf, LSE menjalin hubungan dengan Libya, khususnya Saif. Disebutkan pula tesis Saif ditulis oleh orang lain atau hasil jiplakan.

    “Hei Saif, segera selesaikan makalahmu... Mari mendiskusikannya besok, oke. Yang lainnya segera menyusul,” demikian salah satu isi surat elektronik yang dikirim oleh Dr. Dorstewitz kepada Saif.

    Menurut laporan Woolf, Dr. Dorstewitz, yang kemudian menjadi mahasiswa tingkat doktoral, berkeliling Eropa bersama Saif dengan jet pribadi. Dia juga pergi ke Tripoli, Libya, selama seminggu. Dia kini menjadi dosen di Universitas Maastricht, Belanda.

    Dia menolak mengomentari hubungannya dengan Saif, sedangkan LSE menyatakan hubungan antara mahasiswa dan guru bersifat pribadi. Direktur LSE, Sir Howard Davies, yang mundur pada Maret lalu mengatakan terjadi penilaian yang menyesatkan ketika terungkap universitas itu menerima dana £ 1,5 juta dari sebuah yayasan amal yang dijalankan oleh Qadhafi.

    Saif ditangkap dua pekan lalu. Pria 39 tahun yang dikenal playboy ini sedang menunggu proses pengadilan. Dia terancam hukuman mati. Mahkamah Kejahatan Internasional menuntutnya terlibat kejahatan terhadap kemanusiaan.

    THE TELEGRAPH | SAPTO YUNUS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.