Sekolah di Jerman Akan Ajarkan Agama Islam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Christian Wulff. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Christian Wulff. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO Interaktif, DEPOK- Pemerintah Federal Jerman berencana memberikan pelajaran agama Islam di sekolah. Presiden Jerman, Christian Wulff menyampaikan itu saat memberikan kuliah umum di Universitas Indonesia, Kamis, 1 Desember 2011.

    "Orang muslim dan Islam sudah menjadi bagian Jerman, ada empat juta penduduk muslim dan kami akan memasukan pelajaran Islam di Sekolah," kata Wulff.

    Menurut Wulff pendidikan agama Islam penting karena Jerman sangat menghormati perbedaan agama. " Kami memandang Islam seperti juga Kristen sendiri" kata Wulff. " Kami berharap cara pandang serupa juga terjadi di negara Islam"

    Wulff juga memuji Bhineka Tunggal Ika dan Pancasila. Ia menyebut sila kelima Pancasila 'Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia'. Menurut dia, Indonesia sebagai negara yang mayoritas warganya adalah umat Islam terbukti mampu menghargai agama lain. "Indonesia paling banyak muslim dan di atur dalam pancasila keadilan sosial," kata Wulff di depan para pejabat Negara RI dan sivitas akademika UI itu.

    Menurut Wulff agama Islam itu unik dan kaya akan sejarah. Ia menyinggung tentang Quran yang memberikan banyak pelajaran sejarah bagi umat Islam. "Kami sangat tertarik pada Al-qur'an, sangat kaya dengan sejarah," katanya.

    Wulff memberikan kuliah umum tentang kerja sama Jerman Indonesia dalam riset dan teknologi di Auditorium Terapung,Perpustakaan UI Depok selama satu jam. Acara yang di Mulai pukul 14:00 itu di awali oleh sambutan Menteri Riset dan Teknologi, Gusti Muhammad Hatta. Ikut hadir, mantan Presiden BJ Habibie dan Wakil Menteri Pendidikan Wiendu Nurhayati.

    ILHAM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar TNI-Polri yang Pernah Menjabat sebagai Plt Gubernur

    Penunjukan anggota TNI-Polri menjadi Plt Gubernur sudah sempat terjadi beberapa kali. Penunjukan itu diputuskan oleh Mendagri saat itu, Tjahjo Kumolo.