Malaysia Luncurkan Taksi Khusus Wanita  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi taksi di New York (telegraph)

    ilustrasi taksi di New York (telegraph)

    TEMPO Interaktif, Kuala Lumpur - Kaum hawa di Malaysia kini tidak perlu khawatir mengenai keselamatan mereka jika ingin pulang naik taksi pada malam hari. Sebab Pemerintah Malaysia meluncurkan taksi khusus untuk wanita.

    Wakil Menteri Wanita, Keluarga, dan Pembangunan Masyarakat Malaysia, Senator Datuk Heng Seai Kie, mengatakan wanita pengguna taksi kini bisa menikmati kenyamanan dan keamanan dengan taksi khusus wanita tersebut. “Taksi-taksi ini bakal dikemudikan sopir wanita dan diperuntukkan wanita yang bepergian sendirian atau bersama anak-anak dan manusia lanjut usia,” ujar Heng setelah peluncuran taksi tersebut di Terminal Transportasi Terintegrasi Bandar Tasik Selatan, Sabtu, 26 November 2011.

    Menurut Heng, untuk mendapat layanan taksi tersebut pengguna bisa langsung menelepon nomor perusahaan taksi. Ada tiga perusahaan yang ikut dalam program tersebut: Destination Transport, Zalnas Sdn Bhd, serta Koperasi Pengangkutan Putrajaya dan Cyberjaya.

    Heng berharap perusahaan taksi lainnya bisa ikut memberikan layanan taksi khusus untuk wanita.

    “Saat ini kami punya 50 sopir taksi wanita dan kami menganjurkan wanita-wanita lainnya ikut serta terutama bagi ibu yang menjadi orang tua tunggal, ibu rumah tangga, dan pensiunan,” ujar Heng.

    Menurut Heng, bekerja sebagai sopir taksi memiliki jam kerja yang fleksibel dan bisa dilakukan penuh waktu ataupun paruh waktu.

    Dia berharap secara bertahap 400 sopir taksi wanita bisa beroperasi di Klang Valley.

    Program taksi khusus wanita tersebut diluncurkan untuk mengurangi angka kekerasan terhadap wanita. Menurut Heng, di Malaysia, 10 wanita per hari menjadi korban kekerasan.

    THESTAR| KODRAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.