Presiden Yaman Siap Mundur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh. REUTERS/Khaled Abdullah

    Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh. REUTERS/Khaled Abdullah

    TEMPO Interaktif, Sanaa - Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh di depan Dewan Kerja Sama Teluk, Rabu, 23 November 2011, menandatangani kesepakatan pengunduran diri menyusul tekanan kelompok oposisi.

    Saleh bersedia meninggalkan jabatannya 30 hari sejak kesepakatan antara dirinya dengan kelompok oposisi diteken. Untuk itu, dia mengajukan Wakil Presiden Abdrabuh Mansur Hadi sebagai penggantinya dan mendapatkan kekebalan hukum.

    Sebagai bagian dari kesepakatan, Saleh siap melepas jabatan presiden dan menunjuk wakil presiden sebagai penggantinya untuk membentuk pemerintahan persatuan nasional hingga pemilihan presiden yang akan berlangsung 90 hari ke depan.

    Kabar pegunduran diri Presiden Saleh langsung disambut gegap gempita oleh para demonstran dan oposisi yang  berkumpul di Change Square di ibu kota Sanaa. Namun demikian, mereka menolak memberikan kekebalan hukum.

    Dalam siaran televisi milik Arab Saudi, tampak gambar Saleh menandatangani kesepakatan di depan anggota oposisi Yaman, Raja Abdullah, dan sejumlah menteri luar negeri negara-negara Teluk di Istana al-Yaman, Riyadh.

    Saleh yang berkuasa di Yaman sejak 1978 itu menanggap kesepakatan ini merupakan harga dari sebuah "kudeta" serta peledak bom di Masjid Agung yang melukai diriya adalah bagian dari "skandal."

    Namun, usai penandatanganan, Saleh memanggil kelompok oposisi sebagai "saudara" dan benar-benar dianggap sebagai seorang teman baik. Usai meneken pengunduran diri, pria 69 tahun itu, menurut Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, Rabu, akan berobat ke New York. "Beliau (Saleh) mengatakan kepada saya bahwa beliau akan ke New York untuk berobat," kata Ban.

    AL JAZEERA | CA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.