Tolak Wajib Militer, Profesor Israel Ditahan Tiga Kali

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Idan Landau. bgu.ac.il

    Idan Landau. bgu.ac.il

    TEMPO InteraktifTel Aviv - Gara-gara menolak wajib militer, Profesor Idan Landau dari Universitas Ben-Gurion, Tel Aviv, Israel, pernah ditahan tiga kali.

    Terakhir, ia ditahan sepekan pada Mei lalu. Landau yang mengajar di Departemen Linguistik sudah 11 tahun menolak ikut wajib militer.

    Negara Zionis itu menerapkan wajib militer bagi lelaki dan perempuan yang berusia minimal 18 tahun. Bagi lelaki, program itu berlangsung tiga tahun, sedangkan perempuan dua tahun. Namun wajib militer ini tidak berlaku bagi pelajar yeshiva.

    Selama ini, pihak kampus tidak pernah mengenakan sanksi terhadap Landau. Namun, seperti dilaporkan surat kabar Haaretz, Rabu, 16 November 2011, ia mengklaim dua pekan lalu manajemen kampus memberi tahu bahwa gajinya bakal ditpotong setengah karena ia tidak bisa mengajar selama dipenjara.

    Landau mengaku tetap mengadakan penelitian meski mendekam di sel. Pihak universitas sudah memotong gajinya akhir Juni lalu.

    Atas perlakuan itu, sekitar 230 dosen senior dari pelbagai kampus di Israel dan 100 lainnya di luar negeri menyurati Presiden Universitas Ben-Gurion Rivka Carmi agar mencabut hukuman terhadap Landau.

    Juru bicara universitas, Amir Rozenblit, membantah pihaknya sudah mengenakan sanksi atas Landau. “Tidak ada sanksi lantaran keyakinan politiknya. Karena Dr Landau ditahan, ia tidak berhak atas gaji selama ia absen mengajar,” ia menegaskan.

    HAARETZ/FAISAL ASSEGAF



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kue Bulan dalam Festival Tengah Musim Gugur atau Mooncake Festival

    Festival Tengah Musim Gugur disebut juga sebagai Festival Kue Bulan atau Mooncake Festival. Simak lima fakta unik tentang kue bulan...