Stasiun Tenaga Nuklir Iran Dioperasikan 2005

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Teheran:Reaktor tenaga nuklir Iran yang pertama di selatan kota Boushehr, yang dibangun dengan bantuan Rusia, akan dioperasionalkan tahun 2005. Hal itu dinyatakan oleh media setempat mengutip pernyataan Menteri Energi Rusia, Minggu (21/12). Pembukaan stasiun tenaga nuklir Boushehr akan diadakan tahun 2005, dan stasiun tersebut akan dihubungkan dengan jaringan energi listrik negara pada tahun 2006, tulis kantor berita IRNA mengutip pernyataan Alexander Rumyantsev.Dengan adanya penundaan dalam pembangunan stasiun Boushehr pada tahap awal, maka sebaiknya kita lihat dulu perkembangannya sebelum membicarakan mengenai pembangunan tahap kedua, Alexander menambahkan.Proyek pembangunan Stasiun Boushehr berulangkali ditunda karena lamanya proses negosiasi atas perjanjian yang mengatakan bahwa Teheran berjanji akan mengembalikan bahan bakar yang dihabiskan untuk rencana tersebut pada Rusia.Alexander menyangkal akan menandatangani perjanjian mengenai hal tersebut dalam kunjungannya ke Iran dalam waktu dekat.Minggu kemarin, Wakil Presiden Organisasi Energi Atom Iran, Gholamreza Aghazadeh, mengatakan pada kantor berita Rusia RIA Novosti bahwa persetujuan tersebut akan ditandatangani dalam kunjungan Alexander dalam waktu dekat.Seorang staf Pemerintah Rusia di Moskow, seperti dikutip sebuah media, mengatakan bahwa kunjungan Rumyantsev akan diadakan akhir Januari. Namun, Rumyantsev sendiri mengatakan belum ada tanggal yang pasti untuk kunjungannya ke Iran.Rusia mendesak Iran untuk terlebih dahulu menandatangani sebuah protokol yang mengizinkan pengawas dari PBB untuk mengadakan inspeksi ke wilayah pembangunan stasiun nuklir tersebut.Iran menandatangani protokol tersebut pada hari Jumat(19/12), mematuhi tekanan internasional agar memberikan izin bagi pengawas PBB. Namun, Iran juga meminta agar negara-negara Barat membantu melengkapi stasiun nuklir ini dengan teknologi yang diperlukan untuk mengembangkan energi atom untuk kebutuhan rakyat. Siti Masriyah - Tempo News Room

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.