Komite Wakil Tetap Siapkan Deklarasi Bali  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono bersama kepala negara ASEAN dalam acara pembukaan KTT Asean ke-18, di Jakarta (7/5). TEMPO/Aditia Noviansyah

    Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono bersama kepala negara ASEAN dalam acara pembukaan KTT Asean ke-18, di Jakarta (7/5). TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Komite Wakil Tetap negara-negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) bertemu di Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua, Minggu 13 November 2011, menjelang pertemuan puncak ke-19 ASEAN untuk menghasilkan Deklarasi Bali.

    "Membahas banyak hal terkait dengan persiapan KTT," kata Wakil Tetap RI untuk ASEAN I Ngurah Swajaya di Nusa Dua, saat ditanya agenda terperinci pertemuan.

    Komite Perwakilan Tetap (CPR) ASEAN beranggotakan 10 orang meliputi Brunei (Pengiran Basmillah Pengiran Haji Abbas), Kamboja (Kan Pharidh), Indonesia (I Ngurah Swajaya), Filipina (Wilfrido V Villacorta), Laos (Latsamy Keomany), Myanmar (U Nyan Lynn), Malaysia (Dato Hsu King Bee), Thailand (Manasvi Srisodapol), Singapura (Lim Thuan Kuan), dan Vietnam (Vu Dang Dzung).

    KTT ke-19 ASEAN akan menghasilkan sejumlah dokumen antara lain Deklarasi Bali tentang Komunitas ASEAN, upaya peningkatan kerja sama ASEAN, dan konektivitas ASEAN.

    Komite Wakil Tetap merupakan badan bentukan Piagam ASEAN yang sesuai dengan Pasal 12 Piagam ASEAN bertugas dan berfungsi pokok mendukung kerja Dewan-Dewan Komunitas ASEAN dan Badan-Badan Sektoral pada tingkat menteri, berkoordinasi dengan Sekretariat-Sekretariat Nasional ASEAN dan Badan-Badan Sektoral Tingkat Menteri ASEAN.

    Komite Wakil Tetap ASEAN menjadi penghubung ke Sekretaris Jenderal ASEAN dan Sekretariat ASEAN dalam semua bidang yang relevan dengan pekerjaannya, memfasilitasi kerja sama ASEAN dengan mitra-mitra eksternalnya, dan menjalankan fungsi-fungsi lain yang akan ditentukan Dewan Koordinasi ASEAN.

    Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa menggarisbawahi peran penting CPR dalam meningkatkan koordinasi dan koherensi Pilar Komunitas ASEAN serta membantu mewujudkan Komunitas ASEAN dan menjaga sentralitas ASEAN.

    WDA | ANT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.