Tunisia Usir Bekas PM Libya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Al-Baghdadi al-Mahmoudi. Foto: ibtimes.com

    Al-Baghdadi al-Mahmoudi. Foto: ibtimes.com

    TEMPO Interaktif, Pengadilan Tunisa menyetujui untuk mengektradisi bekas Perdana Menteri Libya al-Baghdadi al-Mahmoudi ke Libya seperti yang diminta oleh pemerintah transisi NTC.

    "Sebuah keputusan yang tidak fair, itu keputusan politik," kata pengacaranya, Mabrouk Korchid kepada Reuters.

    Beberapa waktu lalau, setelah menguasai sepenuhnya, pemerintahan baru Libya, Dewan Transisi Nasional (NTC) mengajukan permintaan ekstradisi terhadap al-Baghdadi al-Mahmoudi kepada pemerintah Tunisa untuk diadili di negerinya.

    Mahmoudi dilaporkan merasa ketakutan atas keselamatannya jika dia kembali ke Libya. Korchid menyatakan hal serupa, ia katakan "Jika terjadi kemalangan terhadap dirinya, maka sistem pengadilan Tunisia merupakan bagian dari kejahatan itu."

    Mahmoudi menjabat sebagai Perdana Menteri hingga Kolonel Muammar Qadhafi memecatnya awal tahun ini. Pada September lalu, dia ditahan di Tamaghza, sebelah selatan Tunisia dekat perbatasan dengan Aljazair.

    Dia ditahan selama enam bulan karena memasuki wilayah Aljazair secara ilegal. Namun demikian dia dibekap dalam bui di Tunisia hingga ada permintaan ekstradisi. Pada Agustus lalu, Tunisia menerima permintaan NTC selaku pemegang mandat pemerintahan Libya dan komit untuk bekerjasama menjaga keamanan.

    Organisasi hak asasi manusia, Amnesty International, pekan lalu, menyeru Tunisia agar tidak mengekstradisi Mahmoudi karena dia bakal menjadi subyek bulan-bulanan kekerasan yang melanggar hak asasi manusia. "Dia banyak tahu rahasia Negara Libya."

    BBC | CA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.