200 Tewas Akibat Tanah Longsor di Filipina

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Manila:Setidaknya sekitar 200 orang diperkirakan meninggal dalam rangkaian peristiwa tanah longsor yang terjadi di pusat Kota Filipina dan Filipina bagian selatan pada akhir pekan ini, ungkap pejabat pertahanan sipil Minggu (21/12). Mereka mengatakan sekitar 77 orang telah dipastikan meninggal sedangkan 123 orang lainnya masih belum ditemukan. Sekitar 123 orang tersebut dikhawatirkan telah meninggal setelah hujan lebat yang mengakibatkan banjir dan tanah longsor di Pulau Leyte dan Pulau Mindanao sejak Jumat lalu.Dewan Koordinasi Bencana Nasional mengungkapkan laporan terakhir yang mereka dapat adalah sekitar 61 orang sedang diupayakan untuk dikeluarkan dari reruntuhan yang diakibatkan tanah longsor di Kota Liloan, Sanfransisco, dan Maasin di Provinsi Leyte.Pejabat pemerintah setempat mengungkapkan sekitar 114 warga desa masih belum ditemukan. Selebihnya, warga yang belum ditemukan dilaporkan berada di Provinsi Agusan dan Surigao, Kepulauan Mindanao. Saat ini pemerintah sedang berusaha keras untuk memulihkan keadaan, terutama di Provinsi Leyte Selatan, daerah yang dilaporkan paling banyak menderita kerugian. AFP/Putri Alfarini - Tempo News Room

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.