Makan di Restoran A Sa'ah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO InteraktifWartawan Majalah Tempo, Rommy Fibri, kembali ke Irak, 18 Desember 2003. Ini adalah perjalanan keduanya ke "Negeri 1001 Malam" itu. Sesaat sebelum Baghdad jatuh, April lalu, dia juga berada di sana melaporkan detik demi detik keadaan Irak sebelum akhirnya jatuh ke tangan pasukan koalisi Amerika Serikat. Inilah catatan hariannya:_________________________________________________________Setelah bagian belakang gedungnya kena bom saat perang lalu, kini restoran Al Sa'ah, yang terletak di kawasanAl Mansour (Jalan 14 Ramadan), sudah buka kembali. Salah satu restoran favorit di Bagdad ini pun berbenah.Selain dibalut dengan cat baru, interior di dalamnya juga diperindah. Nuansa Timur Tengah, yang dapat dilihat dari barang antik yang terpajang dan ukiran khas, ikut menjamu para tamu asing dan lokal.Hal pertama yang saya lakukan, setelah masuk Bagdad sekitar pukul 19.00, adalah mengunjungi restoran ini.Maklum, sejak siang hari kami (saya dan sopir taksi dari Jordan, red) belum makan. Betapa leganya kami,setibanya di restoran ini.Di pojok ruangan, terlihat seorang ibu dengan 3 anaknya, tengah menikmati sajian Shawerma, roti khas rakyat arab. Dan saya pun pesan makanan yang sama. Shawerma ini seperti halnya burger atau hotdog (tergantung besar kecilnya ukuran roti pembalutnya, red) yang isinya bisa kita pilih. Ada yang suka ayam, atau juga kambing. Ikut serta di dalamnya, daun kol, kentang goreng, dan pasta. Saya pesan shawerma isi ayam, karena memang kebetulan tidak suka daging kambing. Rugi besar memang, kalaudatang ke Jazirah Arabia, tapi tidak suka daging kambing. Negeri ini surganya bagi yang suka masakan Kebab. Tapi sudahlah, toh masih ada ayam di Bagdad ini.Saya ingat, ketika meliput Bagdad dalam suasana perang dulu, hampir setiap hari selama sebulan lebih sayacuma makan shawerma dan juga khubus (roti tipis) plus ayam. Dan untunglah, saya tidak bosen-bosen makan ayamterus tiap hari. Maklum, bisa makan dalam situasi perang begitu, saya sudah berterima kasih. Apalagi Hotel Sheraton, tempat saya menginap, tidak bisa tiap hari menyediakan sarapan atau makan.Restoran di hotel hanya buka saat persediaan makanan masih ada. Kalaupun ada sarapan, paling-paling khubus,ditambah telur dan madu. Minum pun cuma air putih. Menyeduh teh di pagi hari, boleh jadi merupakankenikmatan tersendiri di Bagdad ketika itu. Setelah menghabiskan shawerma dan jus pisang (dicampur apel dan pir), saya segera membayar dan keluarrestoran. Sebelum masuk mobil, saya sempatkan melongok bangunan di belakang restoran, yang dulu diduga tempat matinya Sadam akibat terkena bom. Lubang berdiameter 10 meter sudah tak terlihat lagi. Di sekelilingnyaditutup dengan pagar besi. Memang, restoran Al Sa'ah kini sudah berbenah, menyambut bangkitnya Bagdad dari keterpurukan. @

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.