Untuk ke Irak, Sekarang Lebih Mudah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wartawan Majalah Tempo, Rommy Fibri, kembali ke Irak, 18 Desember 2003. Ini adalah perjalanan keduanya ke "Negeri 1001 Malam" itu. Sesaat sebelum Baghdad jatuh, April lalu, dia juga berada di sana melaporkan detik demi detik keadaan Irak sebelum akhirnya jatuh ke tangan pasukan koalisi Amerika Serikat. Inilah catatan hariannya:_________________________________________________________ Saya berangkat dari Amman menuju perbatasan pukul 04.00 waktu setempat. Sempat juga sarapan di Resto Abu Saif di Ruwheisyd (sekitar 80 kilometer menjelang perbatasan). Restoran ini adalah satu-satunya tempat makan sepanjang jalur Bagdad-Amman. Resto itu dikenal bukan hanya karena satu-satunya, melainkan karena di salah satu dindingnya tertempel 100-an kartu nama jurnalis dari seluruh dunia yang pernah singgah di sini.Kendaraan yang masuk menuju Bagdad pagi (Jumat, 19/12) ini sangat banyak. Di banding sebelumnya (semasa perang), masuk Irak saat ini jauh lebih mudah. Tidak perlu Visa dan tidak perlu bayar. Paspor kita hanya perlu distempel, tanpa ditanya macam-macam. Mungkin karena itu jalur masuk di perbatasan agak semrawut dan macet. Truk-truk parkir sembarangan dan mobil pribadi saling berebut untuk di depan. Selain itu, cari bensin juga sulit. Pom bensin yang terdekat tutup. Akhirnya mobil-mobil mendatangi rumah-rumah di sekitar perbatasan dan minta atau membeli bensin dari mereka. @

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.