Wanita Tewas Terkena Ledakan di Penampungan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Baghdad: Seorang wanita tewas dan delapan lainnya luka-luka, Jumat (19/12) dini hari waktu setempat, setelah sebuah bom menghantam penampungan tuna wisma yang dikelola kelompok Syiah terbesar di Irak. "Seorang wanita tewas dan delapan lainnya luka-luka akibat ledakan ini. Mereka terdiri dari tiga keluarga," ujar Mohsen al-Hakim, keponakan Abdel Aziz al-Hakim, ketua dari Dewan Pemerintah Irak yang ditunjuk Amerika Serikat."Kami tengah tertidur dan tiba-tiba sekitar pukul 05.00 (waktu setempat), atap gedung menimpa kami," kata Ahmed Rahim, 23 tahun, keponakan dari wanita yang terbunuh itu. "Kami terkubur di bawah reruntuhan kemudian para tetangga segera berdatangan menolong kami," tambahnya lagi. Gedung milik Dewan Tinggi Revolusi Islam Irak (SCIRI) yang terletak di barat Baghdad tersebut runtuh menimpa sebuah keluarga yang sedang tidur. Selama ini, selain menjadi tempat penampungan, tempat ini juga digunakan untuk sekolah agama.Mohsen mengatakan ledakan itu dipicu oleh remote control. Dia menuduh para agen rezim lama dan para terorislah yang melakukan tindakan itu. Sebelumnya, dua hari yang lalu seorang anggota SCIRI tewas ditembak di luar rumahnya di Baghdad. Seorang ulama Syiah dari sebuah masjid di bagian barat Baghdad, Kamis (18/12) tewas ditembak oleh orang yang belum diketahui identitasnya. "Sheikh Ussam al-Fawati dibunuh Kamis dini hari, oleh seseorang dari mobilnya saat Usam keluar dari rumahnya," kata Ali Al-Attar kepada AFP.Sementara itu, administrator Irak dari Amerika Paul Bremer mengatakan, di bagian selatan Basra, Jumat (19/12) dirinya selamat dari sebuah serangan. "Itu benar," ungkap Bremer saat ditanya wartawan mengenai serangan kepadanya. Dia tidak memberikan banyak keterangan.Juru Bicara Bremer, Dan Senor mengatakan bahwa Bremer dan rombongan baru saja tiba dari sebuah acara saat serangan itu terjadi, namun dia menegaskan tidak ada seorang pun yang terluka. "Kami yakin serangan itu acak, dan tidak secara sengaja ditujukan kepadanya (Bremer)," kata Senor. Sita Planasari A. - Tempo News Room

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.