Dua Kali Salah Prediksi, Peramal Kiamat Akhirnya Minta Maaf  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Harold Camping. AP/Marcio Jose Sanchez

    Harold Camping. AP/Marcio Jose Sanchez

    TEMPO Interaktif, California - Setelah dua kali salah memprediksi datangnya kiamat pada tahun ini, peramal kiamat asal California, Amerika Serikat, Harold Camping, akhirnya sadar hanya Allah yang tahu kapan Hari Akhir itu datang.

    Pendeta dari Kristen Evangelis ini awalnya memperkirakan kiamat datang pada 21 Mei. Setelah tidak terjadi, ia beralasan, Tuhan hanya memberikan penilaian spiritual terhadap siapa saja yang bakal diselamatkan. Ramalannya pada 21 Oktober juga meleset dan Camping bersembunyi dari kejaran media.

    Seperti dilaporkan the Daily Mail, Selasa, 1 November 2011, Camping akhirnya menyatakan permohonan maaf secara terbuka. Ia mengakui Tuhan-lah yang mengetahui secara pasti jadwal kiamat. Ia menyatakan kesalahan perkiraan itu memang memalukan buat Family Radio.

    "Tuhan-lah yang berkuasa atas segala yang terjadi tanpa koreksi. Ia juga dapat menghentikan segala sesuatu jika Ia mau," kata Camping.

    Lelaki 90 tahun ini juga memohon maaf karena menyebut orang-orang yang tidak percaya kiamat datang pada 21 Oktober 2011 akan diabaikan oleh Tuhan. "Saya seharusnya tidak mengatakan itu dan saya minta maaf untuk itu," ujarnya.

    Tiga hari setelah ramalan pertamanya meleset, Camping mengatakan kiamat bakal terjadi lima bulan lagi. Dan Tuhan sudah memilih 200 juta manusia yang dianggap saleh. Ia sempat terkena stroke ringan Juni lalu sehingga tidak dapat berbicara.

    Sejatinya, Camping sudah pernah salah memperkirakan kiamat berlangsung pada 1994. Untuk menyebarluaskan berita kiamat datang pada 21 Mei lalu, Family Radio memasang sekitar lima ribu papan iklan di seantero Amerika.

    DAILY MAIL | FAISAL ASSEGAF


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.