Penerbangan Perdana Boeing 787 Dreamliner Tokyo-Hong Kong

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/Robert Sorbo

    REUTERS/Robert Sorbo

    TEMPO Interaktif, Tokyo - Setelah penantian yang panjang, pesawat Boeing 787 Dreamliner lepas landas pada penerbangan komersial perdananya. Penerbangan perdana itu dilakukan oleh All Nippon Airways (ANA), maskapai peluncuran Dreamliner, dengan membawa penumpang dari bandara Narita Tokyo untuk tujuan Hong Kong.

    Di antara penumpangnya adalah seorang anonim yang membayar lebih dari £ 21.000 (Rp 297 juta) untuk tiket kelas bisnis yang diselenggarakan oleh maskapai penerbangan itu. Setelah peluncuran komersial itu, jet dengan jumlah kursi 330 bercat biru dan putih serta highlight merah itu akan digunakan untuk penerbangan reguler ke Beijing, Frankfurt serta Hong Kong.

    Berbicara sebelum keberangkatan, Shinichiro Ito, Presiden ANA,  menggambarkan pengalaman pertama terbang di dalam pesawat itu. "Suasananya terang dan sangat luas, saya juga bisa merasakan dengan jelas bahwa ini adalah sebuah pesawat yang sangat tenang."

    Penerbangan perdana itu diharapkan menjadi kebangkitan bagi  ANA, yang menerima pesawat itu bulan lalu setelah tiga tahun penundaan produksi dan berbagai masalah teknis.

    Maskapai Jepang itu berharap 787 generasi baru ini akan meningkatkan permintaan dan memotong biaya saat industri penerbangan menghadapi peningkatan persaingan dari maskapai penerbangan murah dan harga bahan bakar yang membumbung.

    Keunggulan Dreamliner adalah penggunaan material komposit ringan, yang mengakibatkan pesawat mengkonsumsi bahan bakar 20 persen lebih sedikit dari pesawat konvensional.

    "Untuk operator dengan margin operasi yang tinggi, 787 sangat penting untuk mendapatkan daya saing biaya," kata Masaharu Hirokane, seorang analis di Nomura Holding, Tokyo. "Bagi ANA, menjadi maskapai peluncuran adalah sebuah plus."

    TELEGRAPH | EZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selamat Jalan KPK

    Berbagai upaya melemahkan posisi KPK dinilai tengah dilakukan. Salah satunya, kepemimpinan Firli Bahuri yang dinilai membuat kinerja KPK jadi turun.