Steve Jobs Pernah Tak Sengaja Bertemu Ayah Kandungnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Monitor yang menampilkan gambar dari pendiri Apple Steve Jobs di sebuah toko elektronik di Seoul, Korea Selatan, Kamis (6/10). Jobs meninggal pada hari Rabu di usia 56. AP/ Lee Jin-man

    Monitor yang menampilkan gambar dari pendiri Apple Steve Jobs di sebuah toko elektronik di Seoul, Korea Selatan, Kamis (6/10). Jobs meninggal pada hari Rabu di usia 56. AP/ Lee Jin-man

    TEMPO Interaktif, California - Mendiang pendiri Apple Inc, Steve Jobs, ternyata pernah bertemu ayah kandungnya, Abdul Fatah Jandali, secara tidak sengaja. Ini terungkap dalam buku biografinya seperti dilansir the Daily Telegraph, Selasa, 25 Oktober 2011.

    Kepada Walter Isaacson, penulis biografinya, Job mengungkapkan bahwa ia berusaha mencari ibu dan ayah kandungnya dalam waktu bersamaan. Ia pun berhasil menemui ayahnya, seorang imigran muslim dari Suriah, di restoran tempatnya bekerja.

    Namun Steve Jobs tetap merahasiakan identitasnya kepada ayah kandungnya itu. Alhasil, Jandali yang kini menjadi bos sebuah kasino di Reno, sebuah kota kecil dekat Nevada, tidak sadar bahwa ia pernah bertemu putra kandungnya itu.

    “Saya ke resoran itu sekali atau dua kali. Saya ingat pernah bertemu dengan pemiliknya yang berasal dari Suriah. Saya jabat tangannya, ia juga begitu,” ujar Steve Jobs yang meninggal awal bulan ini karena kanker pankreas.

    Steve Jobs akhirnya memutuskan untuk tidak menemui ayah kandungnya itu. Ia malah mengutus adiknya, Mona Simpson, untuk menemui Jandali. “Saya minta kepada dia untuk tidak mengatakan bahwa kami pernah bertemu dan jangan katakan apa-apa soal saya,” ujar Steve Jobs.

    Kepada Mona, Jandali mengakui Steve Jobs pernah makan di restorannya yang menyediakan menu khusus Timur Tengah. Meski wajahnya terkejut, Mona berupaya merahasiakan identitas Steve Jobs. “Ya, ia seorang pemberi tip yang royal,” ujar Jandali.

    Pria yang dijuluki oleh Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama sebagai penemu terhebat ini merupakan anak dari Abdul Fattah Jandali, seorang lelaki muslim Suriah, dan pacarnya, Joanne Schieble (perempuan Kristen Amerika keturunan Jerman). Saat Steve Jobs lahir, kedua kekasih yang tinggal di Wisconsin ini sama-sama berusia 23 tahun.

    Jandali lahir di Horm Suriah pada 1931. Ia satu-satunya anak lelaki dari lima bersaudara. Ayahnya seorang tuan tanah. Pada umur 18 tahun, ia kuliah di Universitas Amerika di Beirut, Libanon. Ia dikenal sebagai pegiat yang mendukung Pan-Arab. Setelah lulus, ia menjadi imigran di Wisconsin, Amerika.

    Namun hubungan Jandali dan Schieble tidak direstui orang tua masing-masing. Akhirnya, menurut Jandali dalam wawancara dengan the New York Post, Agustus 2011, secara diam-diam, Schieble membawa lari Steve Jobs dari Wisconsin ke San Francisco.

    Di kota itulah Steve Jobs diadopsi oleh pasangan Paul Jobs dan Clara Hagopian. Mereka sudah tujuh tahun menikah dan divonis dokter tidak dapat memiliki anak. Steve Jobs adalah nama pemberian dari orang tua angkatnya. Sampai akhir hayatnya, Steve Jobs yang wafat kemarin subuh tidak pernah bertemu Jandali, ayah kandungnya.


    DAILY TELEGRAPH | FAISAL ASSEGAF



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.