Gempat Turki, Kota Ercis Rusak Parah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga berusaha menyelamatkan penduduk yang terjebak di reruntuhan bangunan yang ambruk akibat gempa di desa Tabanli village, kota Van, Turki, (23/10).  AP/ Abdurrahman Antakyali, Aatolia

    Warga berusaha menyelamatkan penduduk yang terjebak di reruntuhan bangunan yang ambruk akibat gempa di desa Tabanli village, kota Van, Turki, (23/10). AP/ Abdurrahman Antakyali, Aatolia

    TEMPO Interaktif, Istambul - Kota Ercis, sebuah kota di bagian timur Turki dekat dengan perbatasan Iran, yang merupakan zona rawan gempa, mengalami kerusakan terparah akibat gempa berkekuatan 7,2 skala Richter (SR) yang terjadi Minggu, 23 Oktober 2011. Berdasarkan laporan Al Jazeera, sebanyak 117 orang dikonfirmasi tewas di Ercis.

    Kota lainnya yang juga mengalami kerusakan yang cukup parah, yakni Kota Van, sekitar 90 kilometer bagian selatan Turki. Di kota itu dilaporkan sebanyak 100 orang tewas dan jalan-jalan di daerah itu ambruk.

    Di Kota Ercis terdapat 80 bangunan yang ambruk termasuk asrama. Sedangkan di Van, 10 bangunan runtuh. Banyaknya bangunan yang runtuh dikhawatirkan menimbulkan angka kematian yang bisa meningkat.

    Ilmuwan AS mencatat lebih dari 100 gempa susulan di wilayah timur Turki dalam waktu 10 jam saat gempat terjadi, termasuk sekali gempa yang berkekuatan 6,0 SR. Pihak berwenang menyarankan orang untuk menjauh dari rumah yang rusak demi menghindari runtuhnya gedung itu akibat gempa susulan.

    Menteri Dalam Negeri Idris Naim Sahin mengatakan, lebih dari 200 orang telah tewas dalam gempa berkekuatan 7,2 SR yang melanda bagian timur Turki. Sebanyak 1.090 orang diketahui terluka, serta ratusan orang masih belum ditemukan tim penyelamat, termasuk warga yang masih terjebak di bawah reruntuhan gedung.

    AL JAZEERA | YOHANES SEO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.