Polaris Akan Mengambil Langkah Hukum Hadapi Artha Graha

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Madras:Eksekutif perusahaan software India yang ditahan Kepolisian Indonesia, Arun Jain, mengungkapkan rencananya untuk menempuh langkah hukum melawan bank di Indonesia yang telah membuat dirinya dan seorang rekannya ditahan aparat. Menurut Jain, Direktur Polaris Software India Ltd, Polaris akan menuntut Bank Artha Graha yang menuduh dirinya telah tindakan penipuan sehubungan proyek pembangunan software senilai US$1,5 juta. Dia mengaku kedatangannya adalah untuk menyelesaikan masalah pelik antara Polaris dan banks swasta itu. Namun, lanjut Jain, kesempatan itu malah menjadi bumerang bagi dirinya dan Maholtra karena Artha Graha malah menyeret mereka ke tahanan. "Dewan Komisaris Polaris akan membahas lebih jauh kasus ini dan mengambil langkah hukum yang tegas terhadap bank tersebut. Dua belas hari penahanan kami harus ada kompensasinya,” cetus Jain. Seperti diberitakan, Jain dan Wakil Direktur Rajiv Malhotra, ditahan oleh polisi sejak 13 Desember lalu dan dibebaskan seminggu setelah penahanan (Jumat, 19/12). Pembebasan kabarnya akibat protes keras dari masyarakat India. Jain mendeskripsikan pengalamannya itu sebagai "petualangan seru”. Kala itu, Jain mengisahkan, dirinya dan Malhotra tak diperbolehkan keluar dari lantai 28 gedung Bank Artha Graha, mengontak orang lain, bahkan Kedutaan Besar India di Jakarta sekalipun. Tapi akhirnya dia bisa mengakalinya dengan berpura-pura ke kamar mandi dan menelepon ke kantornya di Delhi dari ruangan itu. Keduanya dibebaskan setelah Menteri Luar Negeri India Yaswant Sinha berbicara dengan Menteri Luar Negeri Indonesia Nur Hassan Wirayuda melalui telepon. Jain memperkirakan penahanannya merupakan langkah awal bank tersebut untuk mendapatkan uang dari Polaris. “Saya banyak tahu soal praktek seperti itu di Indonesia,” cetusnya dalam sebuah wawancara di Star News television. Untungnya, imbuh Jain, masayarakat negerinya tak berdiam diri saja. Ia merasa beruntung bisa terhindar dari masalah itu. Ia meyakini ini karena dirinya maupun Polaris adalah perusahaan yang mendapat kepercayaan penuh dari publik India. (AFP/Sri Wahyuni dan Budi Riza)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.