Wawancara Tempo dengan Juru Bicara Pemerintah Israel  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jurubicara Kementrian Luar Negeri Israel Yigal Palmor

    Jurubicara Kementrian Luar Negeri Israel Yigal Palmor

    TEMPO Interaktif, Tel Aviv - Sersan Gilad Shalit, serdadu Angkatan Bersenjata Israel (IDF) berusia 24 tahun, berharap pembebasan dirinya bisa mendorong terciptanya proses perdamaian di Timur Tengah. Shalit kemarin dibebaskan setelah disekap oleh faksi garis keras Palestina, Hamas, sejak 2006. Hal itu dikatakan Shalit dalam wawancara pertamanya dengan media Mesir sesaat setelah dibebaskan.

    "Saya senang sekaligus khawatir," ujarnya dalam siaran yang ditonton jutaan orang di seluruh dunia itu. "Takut perundingan mengalami kebuntuan seperti yang selama ini terjadi." Pemuda cungkring yang diculik saat berumur 19 tahun ini mengaku gembira bisa kembali ke tengah keluarga.

    Namun, juru bicara pemerintah Israel, Yigal Palmor, berpendapat pertukaran tahanan ini tak memiliki pengaruh sama sekali atas upaya perundingan damai dengan Palestina. Sebab, kata dia, Hamas telah menolak menjadi bagian dari (pembicaraan damai dengan) Otoritas Palestina, termasuk semua rencana untuk membentuk persatuan nasional dengan Fatah.

    "Hamas sama sekali tak pernah mengubah pandangan mereka," kata Palmor kepada Andree Priyanto dari Tempo. "Menolak berdamai dengan Israel dan hanya menyerukan aksi kekerasan." Bagaimana dengan harapan Gilad Shalit? Berikut petikan lengkap wawancara yang dilakukan 19 Oktober 2011 kemarin via surat elektronik.

    Apa yang membuat Israel sepakat melepas tahanan Palestina?
    Tentu ini keputusan yang sulit. Sebab, kami mesti melepaskan teroris-teroris yang telah divonis bersalah di pengadilan karena membunuh ratusan warga tak berdosa. Tapi penyanderaan Gilad Shalit, yang mengabaikan hak paling dasar manusia, membuat pemerintah bertekad menyelamatkan dia sekalipun ongkosnya mahal.

    Kami sangat menghormati hak asasi manusia. Karena itu, kami merasa sangat buruk bilamana mesti membiarkan Shalit tewas di penjara bawah tanah ketimbang melepaskan para terdakwa terorisme ini.

    Bagaimana menanggapi warga yang tak puas atas keputusan ini?
    Benar sekali banyak warga yang berkeras agar para terdakwa pelaku pembunuhan ini tak dibebaskan. Mereka ingin terpidana menjalani masa hukuman secara penuh. Apalagi kalau mereka melakukan banyak aksi pembunuhan, hukumannya pun berlipat. Sebab, negara kami tak punya hukuman mati.

    Tak sedikit warga berpikir mereka mesti menjalani hukuman seumur hidup. Terlebih bila mereka enggan bertobat, dan bangga terhadap kejahatan yang dilakukan, sebagaimana kebanyakan tahanan Palestina. Sejumlah keluarga yang kehilangan orang yang dicintai karena dibunuh para terpidana yang dibebaskan ini merasa tertekan dan cemas. Namun opini publik mendukung pertukaran tahanan ini seperti tampak dalam jajak pendapat.

    Apa ini semacam tawaran untuk berdamai dengan Otoritas Palestina?
    Kami sangat ingin merundingkan perdamaian dengan Presiden (Mahmoud) Abbas selekas mungkin tanpa syarat. Tapi Hamas menolak berunding. Mereka lebih menyukai aksi kekerasan, penolakan, dan ekstremisme. Saya percaya kami mesti melanjutkan upaya untuk memperbarui pembicaraan-pembicaraan damai dengan Otoritas Palestina.

    Hamas sendiri menolak menjadi bagian dari (pembicaraan damai dengan) Otoritas Palestina. Menolak semua rencana untuk membentuk persatuan nasional dengan Fatah. Jadi, hemat kami, pertukaran tahanan ini tak akan memiliki pengaruh pada pembicaraan-pembicaraan damai.

    Israel akan membuat kesepakatan baru dengan Hamas atau Otoritas Palestina?
    Hamas tak pernah sekali pun mengubah pandangan mereka: terus menolak berdamai dengan Israel dan hanya menyerukan kekerasan untuk menghancurkan Israel. Mereka tak punya proyek politik, kecuali ekstremisme dan sikap tidak toleran. Tapi kebanyakan warga Palestina mulai paham bahwa cara-cara seperti ini tak akan memberi perubahan apa-apa.

    Israel akan membuka perbatasan Gaza?                                               Kebanyakan warga Palestina menolak versi fanatik ajaran Islam. Karena itu, ketika Hamas kembali menguasai Jalur Gaza, mereka kerap menjadi masalah buat Israel dan Otoritas Palestina. Hamas memakai wilayah Gaza sebagai basis untuk menyebarluaskan sikap tidak toleran dan radikal terhadap sesama muslim dan warga Israel yang moderat.

    Karena itu, kami senantiasa waspada dalam mengawasi perbatasan kami. Kami tak mengizinkan Hamas menyelundupkan senjata, misil, dan bahan peledak yang kebanyakan didatangkan dari Iran.

    lANDREE PRIYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.