Paus Yohanes Paulus II Merayakan Natal Ke-25-nya sebagai Paus

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Vatikan:Paus Yohanes Paulus II, 82 tahun, yang kini tengah sakit, berencana merayakan Natal ke-25-nya selama menjadi Paus dalam perayaan masal, tengah malam ini. Menurut jadwal, dia akan menyampaikan ceramah keagamaan bertema kelahiran Yesus Kristus, disertai pesan-pesan politis, dalam sambutan tradisional yang biasa dilakukan pada hari raya umat Kristiani ini. Pesan politik itu, termasuk kekhawatiran dirinya akan serangan Amerika terhadap Irak. Dalam kesempatan itu, ia juga akan menyampaikan harapan bagi terciptanya perdamaian di Timur Tengah. Sekitar 10 ribu jemaah diperkirakan akan hadir di Saint Peter Basilica dalam perayaan malam ini, yang akan disiarkan oleh sejumlah stasiun televisi di 47 negara. Upacara ini akan berlangsung dalam penjagaan ketat, seiring peringatan pihak keamanan Italia mengenai adanya bahaya serangan berbau anti-Barat. Paus, yang pada hari Minggu mengeluhkan bahwa pesan spiritual Natal berada dalam ancaman semangat konsumerisme, akan menyampaikan pesan dari Saint Peter Basilica. Namun, pada Rabu (25/12), pesan itu akan disampaikan dari lapangan depan gereja. Yohanes Paulus menandai ulang tahun jabatannya yang ke-24 sebagai pemimpin pada bulan Oktober, dengan disertai sumpah akan tetap menjabat posisi ini hingga akhir hayatnya, di tengah-tengah kekhawatiran yang meningkat terhadap kegiatannya yang padat itu. Sejauh ini, Paus telah menderita sejumlah gangguan kesehatan, terutama penyakit Parkinson. Selama menjabat sebagai Paus, Yohanes Paulus telah mengalami operasi enam kali. Dalam masa jabatan Paus terpanjang kelima yang pernah ada ini, ia telah mengadakan 98 perjalanan ke luar negeri, mengunjungi 129 negara. Untuk tahun depan, ia telah membuat rencana pergi ke Kroasia dan Spanyol. (Budi Riza--Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.