Isteri Dubes Arab Dituduh Biayai Teroris 11 September

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Amerika Serikat bersitegang dengan Arab Saudi setelah adanya laporan yang menyatakan isteri Duta Besar Arab Saudi di Washington, Haifa al Faisal, telah membiayai terorisme. Pihak Gedung Putih tetap bersikeras menyatakan Saudi Arabia sebagai partner yang baik dalam memerangi terorisme. Sementara, analis dari AS menyatakan isu yang menerpa isteri duta besar itu berkembang akibat ketidaksetujuannya pada peran Amerika dalam konflik antara Israel dengan Palestina. Juga, dalam konflik AS dengan Irak. Seperti diketahui, Haifa al Faisal, isteri Duta Besar Saudi, Bandar bin Sultan, disebut dalam majalah Newsweek dan AFP, Senin (25/11), menjadi pusat pemberitaan karena dianggap mendukungan terorisme. Newsweek, mengutip seorang agen Federal Bureau of Investigation (FBI) menuliskan bahwa Haifa telah memberikan uang secara tidak langsung kepada dua orang yang disangka terlibat dalam peledakan WTC, 11 September lalu. Uang tersebut diberikan saat dia tinggal di California. Disebutkan, apartemen Haifa di Washington kemungkinan telah disewakan kepada pria Arab, yang akhir-akhir ini tinggal bersama anggota jaringan Al Qaidah. Dugaan itu muncul berdasarkan pengacara korban kekerasan tragedi serangan 11 September. Terhadap laporan itu, Presiden George W. Bush, melalui jurubicaranya, Ari Fleischer, tidak memberikan komentar. Sebab, investigasi baru dilakukan. Tapi, kepada wartawan, Fleicher, menyatakan, Presiden percaya Saudi sebagai good partner dalam perang melawan terorisme. Dan, Presiden tahu bahwa perang itu adalah perang dalam berbagai bentuk, dan banyak negara berusaha melakukan yang terbaik. Arab Saudi adalah good partner. Di Riyadh, pegawai Saudi menyatakan, pemerintahnya mendapat informasi dari Washington. Isinya menyatakan, anggota kerajaan telah memberikan dana secara tidak langsung yang digunakan untuk membiayai dua orang tersangka pelaku serangan 11 September. Pegawai ini juga telah di konfirmasi tentang Haifa, yang telah menulis cek yang kemudian ditandatangani untuk teman dan asosiasi dari dua orang itu. Menurut Newsweek, dana yang dikirim dari rekening Haifa itu jumlahnya ribuan dollar. "Presiden memperbolehkan untuk menuntut sepenuhnya akuntan publik dari FBI dan CIA tentang apa yang mereka ketahui mengenai keterkaitan Arab dalam membiayai terorisme, ujar Senator Joseph Lieberman, anggota komite Armed Services, di televisi CBS. Tetapi, pegawai Saudi di Riyadh, menyatakan sebaliknya. Kelompok anti kerajaan dan lainnya yang terkait dengan lobi Zionis di Washington berusaha membuat opini publik melawan Saudi Arabia, bangsa Arab, dan muslim, tandasnya. (Purwanto TNR/AFP/Newsweek)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.