Jepang Tawarkan 10.000 Tiket Gratis untuk Wisatawan Asing  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gunung Fuji di Jepang. AP/Kyodo News

    Gunung Fuji di Jepang. AP/Kyodo News

    TEMPO Interaktif, Tokyo - Jepang akan menawarkan 10.000 tiket pesawat gratis pada orang asing untuk mengunjungi negara itu tahun depan. Langkah itu, menurut sebuah laporan, Senin, 10 Oktober 2011, untuk meningkatkan industri pariwisata yang terpukul oleh bencana nuklir.

    Badan Pariwisata Jepang berencana meminta calon wisatawan mengirimkan aplikasi online untuk penerbangan gratis itu, yang merinci area mana di Jepang yang mereka ingin kunjungi, kata surat kabar Yomiuri Shimbun.

    Badan ini akan memilih pelamar yang sukses dan meminta mereka untuk menulis laporan tentang perjalanan mereka yang akan dipublikasikan di Internet.

    Otoritas pariwisata berharap bahwa laporan positif dari wisatawan tentang pengalaman mereka di Jepang akan membantu meredakan kekhawatiran internasional untuk mengunjungi negara itu, kata surat kabar itu.

    Program itu, yang mensyaratkan wisatawan untuk menutupi biaya lain, seperti akomodasi, diharapkan berjalan mulai bulan April mendatang, setelah persetujuan anggaran pemerintah.

    Jumlah wisatawan asing ke Jepang turun lebih dari 50 persen selama tiga bulan setelah gempa dan tsunami 11 Maret yang memicu kebocoran dan ledakan di pembangkit nuklir Fukushima Daiichi. Penurunan tajam mulai agak mereda di musim panas.

    Pada bulan Juni dan Juli, angka wisatawan turun 36 persen dari tahun lalu dan turun sampai 32 persen pada Agustus saat negara itu berupaya meyakinkan pasar pariwisata asing.

    Pemerintah telah mengatakan Jepang aman, kecuali di sekitar pembangkit yang lumpuh, di mana kru masih mencoba untuk mematikan fasilitas itu.

    TELEGRAPH | EZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.