Hasil Survei: Perempuan Mata Duitan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karima El Mahroug, gadis yang dikabarkan pernah berkencan dengan Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi.

    Karima El Mahroug, gadis yang dikabarkan pernah berkencan dengan Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi.

    TEMPO Interaktif, New York - Banyak kaum lelaki meyakini perempuan itu mata duitan. Setidaknya kepercayaan itu diperkuat oleh hasil survei yang dilakukan Pierre-Andre Chiappori, ahli ekonomi dari Universitas Columbia, Amerika Serikat.

    Penelitian Chiappori ini menyimpulkan kaum hawa tidak keberatan menjalin asmara atau menikah dengan lelaki gemuk asalkan mereka kaya. Ilmuwan asal Prancis ini juga menemukan formula untuk menghitung berapa kenaikan penghasilan yang dibutuhkan oleh seorang lelaki yang berat badannya melebihi ukuran ideal.

    Hasilnya, tiap kali berat badan naik 10 persen, seorang pria harus menambah penghasilan dua persen agar dapat memikat pujaan hatinya. Sebagai contoh, pria dengan tinggi 182, 9 sentimeter dan berat 81,6 kilogram yang penghasilannya US$ 100 ribu harus mencari tambahan US$ 2 ribu lagi.

    Seperti ditulis the Daily Mail, Senin, 10 Oktober 2011, studi itu juga memperoleh hasil seorang perempuan bisa mengacuhkan berat badan asal pasangan mereka pintar. Namun, wanita selalu menjadikan penampilan fisik dan isi kantong sebagai syarat utama mencari calon pendamping. Sedangkan faktor-faktor lain, seperti selera humor, dianggap kurang penting.

    Survei yang melibatkan 667 pasangan kulit putih Amerika ini menemukan, baik lelaki dan perempuan sama-sama ingin mendapat pendamping yang langsing dan kaya ketimbang gemuk serta miskin.

    Tapi Profesor Chiappori punya solusi jitu untuk mengatasi problem berat badan dan cinta. “Lebih baik menurunkan berat badan Anda ketimbang menaikkan gaji atau pendidikan,” katanya kepada the New York Post.

    DAILY MAIL/FAISAL ASSEGAF



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.