Usir Setan, Tomomi Diguyur Hingga Meninggal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Nita Dian

    TEMPO/Nita Dian

    TEMPO Interaktif, Kumamoto - Seorang pria dan seorang pendeta telah ditahan karena menyebabkan tewasnya seorang gadis 13 tahun bernama Tomomi Maishigi. Tomomi merupakan putri kandung Atsushi Maishigi, 50 tahun.

    Bersama Kazuaki Kinoshita, 56 tahun, Atsushi telah mengguyur Tomomi yang sedang duduk di kursi. Mereka berdua menyebut ritual tersebut "Pelayanan Air Terjun". Tujuannya untuk mengusir setan di tubuh Tomomi. Atsushi dan Kazuaki menolak menyatakan bersalah atas perbuataanya tersebut.

    "Aksi kami bertujuan untuk mengusir setan dari anak itu dan kami tidak menyiksa secara fisik," ujar Atsuhi kepada penyidik.

    Perbuatan dua orang pria paruh baya ini terjadi di Kuil Nagasu pada 27 September sekitar pukul 21.10 waktu setempat. Ayah Tomomi menuang air dari ketinggian 2,5 meter dan menyebut ritual ini "Pensucian oleh Air." Tapi bukannya merasa suci, Tomomi justru tak sadarkan diri.

    Ibu Tomomi kemudian memanggil ambulans ketika mengetahui putrinya tak sadarkan diri. Tapi ternyata terlambat. Tomomi meninggal keesokan harinya pada pukul 03.40 pagi. "Penyebab kematiannya adalah sesak napas," ujar pihak kepolisian.

    Kedua orang tua membawa Tomomi ke kuil karena pengobatan konvensional tak mempan. Tomomi yang menderita penyakit mental dan fisik dalam beberapa tahun terakhir ternyata tak bisa sembuh ketika dibawa ke dokter.

    Adapun biksu di kuil menyatakan jiwa Tomomi sudah dikuasai setan. Kazuaki menuturkan Tomomi bisa sembuh jika jiwanya dibersihkan dengan air terjun. Maka sejak pernyataan tersebut keluar dari Kazuaki, Tomomi sudah menjalani program "Pelayanan Air Terjun" sekitar 100 kali.

    TELEGRAPH.CO.UK | MDN.MANICHI.JP | DIANING SARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.