Jumat, 14 Desember 2018

Boeing 787 Dreamliner Pertama Tiba di Jepang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/Robert Sorbo

    REUTERS/Robert Sorbo

    TEMPO Interaktif, Tokyo - Boeing 787 Dreamliner pertama pesanan All Nippon Airways mendarat di Tokyo pada Rabu pagi, 28 September 2011. Ratusan penggemar menyambut pesawat dari campuran karbon yang terlambat tiga tahun dari jadwal itu. Pesawat itu diharapkan Boeing menggusur pasar Airbus.

    Boeing telah digempur Airbus di hampir semua wilayah, termasuk di Amerika. Airbus telah melebihi secara global dalam pengiriman selama sembilan tahun terakhir dan dalam pesanan sejak 2008. Airbus bahkan sukses menjual A380 super jumbo untuk beberapa maskapai di Jepang.

    Namun Jepang tetap menjadi benteng pertahanan Boeing, yang mendominasi pangsa pasar 90 persen. Maskapai nasional Japan Airlines tidak pernah membeli jet Eropa. Sementara pemilik baru Dreamliner, ANA, sudah meninggalkan beberapa A320 Airbus tuanya.

    Sekitar 500 penonton berbondong-bondong ke Bandara Haneda Tokyo untuk melihat sekilas pesawat jet bermesin ganda ringan pertama yang mendarat mulus sekitar pukul 09.04 pagi waktu setempat.

    Penonton banyak yang datang beberapa jam sebelumnya untuk memperoleh lokasi pemandangan yang baik, bertepuk tangan, dan asyik memotret pesawat dengan tulisan 787 terpampang di tubuh pesawat berwarna biru dan putih yang memiliki panjang 58 meter itu.

    "Saya tiba di bandara sekitar tengah malam dan menghabiskan malam di terminal internasional. Saya tidak bisa tidur sama sekali karena terlalu bersemangat," kata Shuichi Urakawa, 19 tahun, mahasiswa yang membolos untuk melihat 787.

    Boeing memiliki 821 pesanan untuk pesawat tersebut--hampir sepersepuluhnya datang dari Jepang. Boeing menjanjikan pesawat ini akan memberikan peningkatan 20 persen dalam efisiensi bahan bakar.

    Pesawat bermesin ganda ini menawarkan fitur terbaru yang bertujuan untuk membuat penumpang lebih nyaman dan memenangkan persaingan di pasar transportasi udara yang sangat kompetitif.

    "Saya terpesona oleh desain 787 ini. Itu benar-benar membuat saya merasa hidup di abad ke-21," kata Kenji Watanabe, 41 tahun, karyawan yang mengambil cuti kerja untuk melihat pesawat itu.

    ANA, maskapai penerbangan terbesar di Jepang, menjadi pemesan pertama pada tahun 2004 dan berharap untuk memiliki 20 Dreamliner pada bulan Maret 2013 dan menerima semua 55 pesawat jet itu pada Maret 2018.

    Rivalnya, Japan Airlines, telah memesan 35 Dreamliner dan berencana untuk meluncurkan layanan 787 dari Tokyo ke Boston sejak April mendatang.

    REUTERS | EZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sayap OPM Kelompok Egianus Kogoya Meneror Pekerjaan Trans Papua

    Salah satu sayap OPM yang dipimpin oleh Egianus Kogoya menyerang proyek Trans Papua yang menjadi program unggulan Jokowi.