Kue Rapat Kemahalan Jadi Skandal Baru di Amerika  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Barack Obama. AP/Carolyn Kaster

    Barack Obama. AP/Carolyn Kaster

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Satu persatu pemborosan yang membuat anggaran negara Amerika Serikat membengkak akhirnya terkuak. Ini setelah Presiden Barack Obama membaca laporan kalau Departemen Kehakiman Amerika Serikat menyediakan kue bolu untuk rapat seharga US$ 16 atau sekitar Rp 137.600 pada 2009.

    Skandal bolu rapat ini membuat Obama, pada Rabu, 21 September 2011, terpaksa memerintahkan semua lembaga federal agar mengkaji kembali biaya pertemuan mereka. Ini juga yang membuat Kepala Office of Management and Budget Jack Lew meminta semua kepala lembaga melakukan audit pemakaian duit negara dari hasil pajak yang dihambur-hamburkan untuk konsumsi rapat.

    Dengan instruksi itu, seorang wakil menteri atau pejabat senior satu lembaga harus menyetujui pengeluaran yang berkaitan dengan rapat. Ini berlangsung sementara selama kajian itu dilakukan.

    Laporan yang dilansir Office of Inspector General di Departemen Kehakiman menyebut, setidaknya ongkos konsumsi rapat mencapai US$ 121 juta selama dua tahun. "Kami mendapati Departemen mengeluarkan US$ 16 untuk setiap satu dari 250 kue bolu yang disajikan dalam pertemuan hukum pada Agustus 2009 di Washington," begitu bunyi laporan itu. "Ini tindakan penghambur-hamburan dan berlebihan."

    Audit tersebut cuma dipusatkan pada 10 pertemuan yang diadakan selama tahun fiskal 2008 dan 2009.

    Laporan itu juga menyebut,  tindakan menghambur-hamburkan uang yang dilaporkan adalah camilan sebesar US$ 32 per orang atau sekitar Rp 275.000. Di dalamnya ada rincian  brownies seharga US$ 10 dan kopi US$ 8. Ongkos cemilan rapat itu mencapai hampir US$ 600 ribu untuk rapat perencanaan kegiatan selama lima pertemuan.

    Wakil Jaksa Agung James Cole mengklaim Departemen Kehakiman telah melakukan beragam cara guna menekan pemborosan duit rakyat pada 2009. Salah satunya, kata Cole, adalah mengeluaran memo. "Memo dikeluarkan awal tahun ini untuk membatalkan semua rapat yang tak penting," kata Cole.

    Wakil Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengingatkan seluruh menteri untuk melakukan efisiensi dan berbuat banyak untuk menekan pengeluaran yang tak perlu. Biden yang ditugasi untuk memimpin tim efisiensi menyatakan akan menunggu laporan kemajuan dari tiap lembaga hingga Desember mendatang. "Termasuk apa yang mereka kerjakan untuk menghemat pengeluaran yang berkaitan dengan rapat," kata Biden. "Tolong diingat, setiap hari, keluarga kelas menengah membuat pilihan berat untuk hidup pas-pasan. Tanggung jawab kitalah untuk memastikan dollar pembayar pajak tidak dihambur-hamburkan,"

    WDA | REUTERS | ANT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.