Penyiksa Pembantu Indonesia di Singapura Divonis 11 Bulan Penjara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Singapura:Seorang perempuan Singapura, Young Sook Park, dijatuhi hukuman 11 bulan karena berulang kali menyiksa pembantu rumah tangganya yang asal Indonesia. Pengadilan Singapura menjatuhkan hukuman kepada Young berdasarkan tiga tuduhan, disamping 10 tuduhan lainnya. Dalam pengadilan ini, Young mengakui dirinya bersalah dengan berulang kali menampar, membenturkan kepala hingga menginjak tubuh Eni Watiya Mustholih, pembantu rumah tangganya yang masih berusia 19 tahun itu. Menurut Jaksa Penuntut Umum Glean Seah, Eni mulai mengalami penyiksaan sejak Januari 2001. Suatu kali, Young menilai pembantunya belum menyapu lantai rumahnya. Ia lalu memarahi dan memukul Eni dua kali di bagian dagu. Pada bulan Maret pada tahun yang sama, Young terbukti menjambak rambut pembantunya. Ketika Eni terjatuh, Young menginjak tubuh gadis remaja ini. Sementara pada bulan Juli, ibu dua anak ini pernah meminta Eni menyeterika baju sebelum tidur. Karena lelah, Eni tidak sampai menyelesaikan tugasnya. Keesokan harinya pada pukul 05.30 pagi, Young, yang tercatat mahasiswa akademi seni ini memarahi pembantunya. Ia lalu merenggut leher dan membenturkan kepala Eni ke pintu dapur. Selain itu, Young juga menendang tulang kering dan menekan tubuh Eni ke pinggir meja. Dengan menangis, Eni meminta agar majikannya mengembalikan dirinya ke agen tenaga kerja yang mengirimnya. Namun, Young tidak menggubris permintaan ini. Tiga hari kemudian, Young kembali memarahi Eni karena tidak menyelesaikan seterikaannya. Kali ini, Young mencekik lalu menjambak dan menampar Eni berulang kali. Ia juga memukul bagian tubuh pembantunya berulang kali. Karena tidak sanggup menahan siksaan, Eni lari ke rumah tetangga dan meminta pertolongan. Melihat bekas memar-memar di tangan, kaki, dan lehernya, tetangga itu lalu memanggil polisi. Eni lalu mendapat rawat jalan di rumah sakit Alexandria pada hari itu juga. Dalam persidangan, pengacara Young beralasan tindakan kliennya disebabkan yang bersangkutan sedang merasa tertekan pada waktu itu karena perselingkuhan suaminya. Selain itu, tambah si pengacara, Young telah merasa menyesal dengan perbuatannya. Ia juga telah memberi Eni cek senilai 500 dolar Singapura sebagai kompensasi luka-luka yang diderita. Tahun lalu, ada 41 kasus penyiksaan pembantu yang dilaporkan ke pihak yang berwajib. Saat ini sekitar 140 ribu orang tercatat bekerja di sektor pembantu rumah tangga di Singapura. Sebanyak 70 ribu orang dari Filipina, 12 ribu dari Srilanka, dan 55 ribu dari Indonesia (Budi Riza/Straits Times/AFP)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.