25 Syiah Pakistan Tewas Dibunuh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga berada di sekitar lokasi penembakan di Mastung dekat kota Quetta, Pakistan. AP/Arshad Butt

    Warga berada di sekitar lokasi penembakan di Mastung dekat kota Quetta, Pakistan. AP/Arshad Butt

    TEMPO Interaktif, Sejumlah pria bersenjata tak dikenal menembaki sebuah bus yang sedang melakukan perjalanan ziarah di Pakistan selatan. Insiden ini menyebabkan sedikitnya 25 kaum syiah tewas.

    Laporan wartawan Al Jazeera Kamal Hyder dari ibu kota Kabul menyebutkan, bus yang melaju dari Iran masuk ke perbatasan Pakistan untuk keperluan kunjungan keagamanan itu diserang di sekitar 30 kilometer dari Kota Quetta, dekat perbatasan Afganistan.

    Hyder menjelaskan, otoritas kepolisian dan pejabat distrik mengatakan, "Bus diserang oleh sejumlah pria bersenjata yang tak diketahui identitasnya mengendarai sepeda motor. Mereka menghentikan bus dan menembaki penumpang yang ada di dalam bus."

    Para korban sedianya berziarah ke Distrik Mastung di Provinsi Baluchistan, ibu kota Quetta, namun kata pejabat setempat, mereka diserang sejumlah pria bersenjata hingga tewas.

    "Di dalam bus terdapat 40 peziarah. Serangan itu, selain menewaskan 25 penumpang, juga melukai penumpang lainnya," kata Dadullah Baluchi, anggota kepolisian setempat kepada kantor berita AP.

    Sementara kesaksian sopir bus Khushhal Khan mengatakan, bus yang dikendarai dihentikan oleh sebuah truk pick up. Selanjutnya 8 pria membawa roket dan senjata memaksa penumpang turun dari bus.

    "Mereka berjumlah 8 hingga 10 orang membawa peluncur roket dan senjata Kalashnikovs," katanya.

    Sejumlah penumpang mencoba lari, tambahnya, tetapi justru para pria bersenjata itu menembakinya. "Sebagian yang cedera tergeletak di atas tanah selama sejam sebelum petugas menyelamatkannya." ujarnya.

    AL JAZEERA | CA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.