Menato Dada Agar Tak Diselamatkan Dokter

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • sxc.hu

    sxc.hu

    TEMPO Interaktif, Norfolk - Joy Tomkins, perempuan 81 tahun ini baru saja memiliki tato baru di dadanya. Tato tersebut sangat unik karena bertuliskan satu kalimat bertuliskan "Do Not Resuscitate" atau "Jangan Dihidupkan"

    Tato tersebut sengaja dibuat agar dokter tidak menyelamatkan nyawanya jika ia dibawa ke rumah sakit dalam keadan sekarat. "Saya tidak ingin dalam kondisi setengah mati, saya ingin benar-benar mati,"katanya dalam laman Mirror.co.uk, 8 September 2011.

    Apa alasan Joy melakukan itu? Menurut Joy, ia takut jika nanti ada intervensi medis ketika kondisinya memburuk. "Dokter akan memaksaku hidup ketika saya tidak mau hidup."

    Perempuan asal Downham Market, Norfolk ini sebenarnya tidak ditimpa penyakit mematikan dan berbahaya. Ia hanya menderita radang sendi atau arthritis, diabetes dan Reynard's disease.

    Tapi, Joy ingin tidak ingin meninggal sebagai onggokan daging. "Saya tidak ingin berakhir seperti sayuran layu, karena itulah saya membuat tato," ujar Ibu dua anak ini.

    Apa yang dia inginkan di saat-saat terakhir ini, bukanlah keinginan menjelang kematian. "Saya hanya tidak ingin hidup dalam kesakitan," ujar istri dari Malcolm yang sudah meninggal 51 tahun lalu. Keinginan tersebut, kata Joy, sudah disetuji kedua putra dan putrinya.

    Sayangnya, keinginan Joy ditolak Dinas Kesehatan. Juru Bicara Dewan Kesehatan Umum menuturkan, sebagian besar dokter akan menolak tato tersebut. "Tato tersebut bukan informasi yang cukup bagi doktor untuk membuat keputusan sesuai keinginan Joy."

    DIANING SARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.