Nafas Qadhafi Masih Panjang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rumah yang hancur akibat serangan bom NATO di Majar, Libya. AP/Dario Lopez-Mills

    Rumah yang hancur akibat serangan bom NATO di Majar, Libya. AP/Dario Lopez-Mills

    TEMPO Interaktif, TRIPOLI - Ibu Kota Libya di Tripoli Ahad (21/8) diguncang aneka tembakan, ledakan, dan isu. Kolonel Fadlallah Haroun, salah seorang komandan pasukan pemeberontak, mengatakan bahwa pasukan berhasil merapat ke Tripoli. "Kami berhasil menduduki Tajoura dan Matiga," tuturnya tentang serbuan berkode Mermaid ini.

    Wakil Ketua Dewan Transisi Nasional Libya (NTC) Abdel Hafiz Ghoga mengatakan serangan ke jantung pertahanan pemimpin Libya Kolonel Muammar Qadhafi ini didukung Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).  "Beberapa jam ke depan akan jadi saat-saatnya yang kritis," tuturnya. Berkembag isu Qadhafi dan keluarganya telah mengungsi dari Tripoli.

    Benarkah? "Nafas kami panjang," ujar Saif al-Islam, putra sulung Qadhafi. Lewat televisi Saif mengatakan bahwa rezim ayahnya tak akan meninggalkan medan pertempuran. "Kami tak  akan menyerah," tuturnya. "Ini bukan keputusan Seif al-Islam atau Qadhafi tetapi keputusan rakyat Libya."

    Menteri Penerangan Libya Moussa Ibrahim mengatakan Qadhafi  tetap pemimpin rakyat Libya dan ibu kota Tripoli telah dipertahankan secara baik. "Tripoli telah dikitari oleh ribuan orang yang akan mempertahankannya," kata Moussa. Empat ledakan kuat terdengar di Tripoli selepas sahur (21/8), setelah beberapa jam terjadi tembak-menembak.

    Gerilyawan telah mendekati ibu kota Libya, Tripoli  dan menyatakan mereka merebut kota penting ketiga dalam tempo 24 jam. Mereka meramalkan bahwa kekuasaan Qadhafi selama 42 tahun di Libya akan segera berakhir. Semua bukti (menunjukkan) akhir (Qadhafi) sudah dekat, tentu saja atas izin Tuhan," kata Ketua NTC Mustafa Abdel Jalil.

    l AP | REUTERS | TELEGRAPH | ANDREE PRIYANTO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.