Warga Amerika Ingin Presiden Baru  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gambar Presiden Amerika Serikat Barack Obama. AP/Knoxville News Sentinel, Saul Young

    Gambar Presiden Amerika Serikat Barack Obama. AP/Knoxville News Sentinel, Saul Young

    TEMPO Interaktif, Washington - Sebelum Pemilu 1994, 2006, dan 2010, banyak warga Amerika Serikat mengatakan kandidat presiden yang tengah menjabat (incumbent) tidak layak dipilih kembali. Sekarang sentimen itu mencatat angka tertinggi menjelang Pemilu 2012. Demikian laporan USA Today.

    Hanya 24 persen dari seluruh orang dewasa yang disurvei USA Today/ jajak pendapat Gallup mengatakan sebagian besar anggota Kongres pantas dipilih kembali. Angka itu "terendah sejak Gallup mulai mengajukan survei pada 1991", kata koran itu.

    USA Today menulis hal ini mirip dengan tingkat dukungan yang disurvei sebelum Pemilu 1994, 2006, dan 2010. Pada 1994, Partai Republik memenangi kursi DPR dan Senat. Pada 2006, Demokrat memenangi kendali atas DPR dan Senat. Musim gugur lalu Partai Republik memenangi kendali DPR.

    Namun jajak pendapat juga menunjukkan bahwa 56 persen orang dewasa percaya wakil mereka sendiri layak dipilih kembali. Jadi, bagaimana hal ini mempengaruhi dukungan Presiden Obama? Jajak pendapat itu menunjukkan posisi presiden goyah.

    Mayoritas orang Amerika (51 persen) percaya Obama tidak layak dipilih kembali. Sebanyak 47 persen mengatakan ia layak. Ketika diadu melawan Republik tanpa disebutkan nama, Obama unggul tipis 49-45 persen. Namun dukungan Obama masih tetap di bawah angka 50 persen.

    Mantan Gubernur Massachusetts Mitt Romney memimpin persaingan di Republik dengan 24 persen dukungan. Dia diikuti oleh Gubernur Texas Rick Perry yang menerima 17 persen dukungan. Perry belum menyatakan niatnya untuk maju, tapi diharapkan melakukannya Sabtu ini. Perry diikuti oleh Wakil Texas Ron Paul dengan 14 persen dukungan dan Wakil Minnesota Michele Bachmann dengan 13 persen.

    YAHOO | EZ



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.