Kuwait dan Bahrain Tarik Dubesnya dari Suriah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tentara Suriah. AP/ Tellawi Bassem

    Tentara Suriah. AP/ Tellawi Bassem

    TEMPO Interaktif, Beirut - Kuwait dan Bahrain bergabung dengan komunitas internasional mengutuk kekerasan berdarah yang menelan ratusan jiwa di Suriah. Kedua negara ini juga mengamini sikap Arab Saudi untuk menarik duta besarnya dari Damaskus.

    Namun Presiden Suriah Bashar al-Assad bergeming dengan segala tekanan internasional. Bahkan, putera bekas Presiden Hafez al-Assad itu justru mencopot jabatan Menteri Pertahanan. Ia digantikan oleh Kepala Staf Angkatan Darat.

    Menurut laporan kantor berita SANA, Jenderal Ali Habib yang memegang jabatan Menteri Pertahanan sejak 2009 dipindahkan dari posnya dengan alasan kesehatan. Tapi para pengamat tak percaya begitu saja alasan penggantian tersebut. Mereka yakin bahwa alasan pencopotan itu karena Jenderal Habib tak happy atas berbagai kerusuhan yang menelan banyak jiwa.

    SANA melaporkan, posisi Jenderal Habib selanjutnya ditempati oleh Jenderal Dawoud Rajha, seorang penganut Kristen berusia 64 tahun. Namun kantor berita ini tak menyebutkan siapa bakal menempati kedudukan yang ditinggalkan Jenderal Rajha sebagai Kepala Staf Angkatan Darat. Wakil Jenderal Rajha saat ini adalah Mayor Jenderal Asser Shawka yang menikah dengan adik kandung Assad, Busrha.

    Dalam kerusuhan yang menimbulkan banyak korban jiwa di Suriah, terutama di Kota Hama, militer sangat berperan dalam aksi tersebut. Mereka menembaki kota-kota itu dengan senjata berat dan tank.

    Ahad, 7 Agustus 2011 lalu, militer memberondong Deir Al-Zour dengan tembakan tank dan senjata berat, sehari setelah di kota itu terjadi insiden berdarah yang menewaskan sedikitnya 24 orang. Sedangkan di Kota Deraa, jelas beberapa aktivis, pasukan keamanan Suriah membunuh sedikitnya tiga orang di kuburan umum.

    Aksi protes damai yang disambut nyalak senjata mendapatkan kecaman tajam dari negara-negara Barat dan Arab. Penguasa Dua Masjid Suci, Raja Abdullah, memerintahkan penarikan Duta Besar Arab Saudi dari Damaskus, Ahad kemarin, seraya meminta Presiden Assad menghentikan kekerasan terhadap rakyatnya sendiri.

    "Hentikan mesin pembunuh dan kematian sebelum terlambat," ujar Raja sekaligus menyerukan agar Pemerintah Suriah memperkenalkan "secepatnya perubahan menyeluruh dan reformasi" kepada masyarakat.

    Sikap Arab Saudi disusul sekutu dekatnya, Kuwait. Negeri ini meminta Menteri Luar Negeri Sheikh Mohammed Al-Sabah mengumumkan agar seluruh negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) menarik duta besarnya dari Damaskus. Kuwait mengutuk kerusuhan berdarah di Suriah. Jiran Kuwait, Bahrain, mengambil sikap yang sama. Sheikh Mohammed mengatakan menteri luar negeri dari enam negara anggota GCC segera bertemu untuk membicarakan krisis di Suriah.

    ARAB NEWS | CA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.