Kalau Manusia Jadi Maneken

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Milan:Kemunculan sepasang model bercelana dalam dan berbikini di jendela sebuah pusat belanja di Milan, Italia, mengundang perdebatan selama sepekan. Jangan keliru. Kegemparan itu bukan karena pakaian yang mereka kenakan. Sebab, di sana orang bebas memakai celana kolor atau bikini di jalanan.

    Masalahnya, sepasang model lelaki dan perempuan itu menjadi pengganti boneka pajangan(maneken). Serikat Pekerja Italia pun protes. "Kami mengutuk penggunaan manusia sebagai maneken," demikian pernyataan Serikat Pekerja seperti dikutip Reuters. "Kami tak melarang berdagang, kami pun tak anti-pasar bebas. Kami cuma ingin membela kesusilaan pekerja."

    Toh, bos perusahaan pemilik pusat belanja itu berkeras tak akan menukar model hidup itu dengan maneken. "Kami tak melihat alasannya," kata Stefano Beraldo, CEO Colin, pemilik pusat belanja tersebut. Lagi pula, Beraldo menambahkan, "Mestinya serikat bersyukur karena kami telah memberi anak-anak ini pekerjaan ketimbang luntang-lantung tak keruan di jalan."

    REUTERS | DRE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.