Australia Larang Muslimah Bercadar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Claude Paris

    AP/Claude Paris

    TEMPO Interaktif, Canberra - Perempuan Muslim di Australia dilarang mengenakan cadar dan harus menampakkan wajahnya di depan polisi. Jika mereka tetap membandel, risikonya dipenjara atau didenda uang. Demikian bunyi draf usulan undang-undang baru di negara bagian Australia yang banyak mendapatkan kritik.

    Usulan undang-undang baru itu kini menjadi perdebatan nasional mengingat jumlah penduduk Muslim di Australia terus meningkat seiring kebijaksanaan Pemerintah Australia-- mayoritas Kristen--yang melonggarkan para imigran masuk ke negeri tersebut pada 1973.

    Jika draf pelarangan cadar benar-benar disepakati oleh parlemen negara bagian New South Wales, termasuk Sydney, maka Muslimah yang melanggar peraturan tersebut bakal dipenjara selama setahun dan didenda Rp 50 juta (US$5,900).

    Tak pelak, rancangan undang-undang yang diusulkan oleh parlemen negara bagian Agustus lalu itu mendapatkan kecaman dari kelompok kebebasan hak-hak sipil dan kaum Muslim karena dianggap berlebihan, terutama jika dikaitkan dengan para Muslimah bermobil yang mengenakan niqab atau burqah.

    Sebaliknya, pemerintah menyatakan banyak sekali pengendara motor atau mobil yang menutup seluruh anggota tubuhnya sehingga menyulitkan polisi mengindetifikasi mereka.

    Para pengkritik berdalih rancangan tersebut dapat membangkitkan semangat anti-Muslim kendati jumlah perempuan Muslim di Australia yang mengenakan burqah sangat sedikit. Penduduk Australia saat ini mencapai 23 juta jiwa. Dari jumlah itu sekitar 400 ribu beragama Islam. Dari 400 ribu itu yang mengenakan cadar hanya dua ribu orang, sedangkan Muslimah yang mengendarai mobil dengan burqah sangat sedikit sehingga undang-undang tersebut dianggap berlebihan.

    "Rancangan tersebut sangat berlebihan dan tidak diperlukan," ujar juru bicara Dewan Australia untuk Kebebasan Sipil, David Bernie. "Itu menunjukkan budaya yang tidak sensitif," tambahnya.

    Kontroversi pelarangan mengenakan jilbab di muka umum juga terjadi di negara-negara Barat. Prancis dan Belgia jelas-jelas melarang perempuan menutup seluruh tubuhnya di muka umum. Alasannya, agar pihak keamanan mudah mengidentifikasi mereka.

    Bernie menguraikan, jika seorang bandit menutup wajah dan mengenakan kaca mata melakukan kejahatan di Sydney, maka hal tersebut tidak bisa disimpulkan bahwa kejahatan tersebut terkait dengan Muslimah yang menutup wajahnya.

    AP | CA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar TNI-Polri yang Pernah Menjabat sebagai Plt Gubernur

    Penunjukan anggota TNI-Polri menjadi Plt Gubernur sudah sempat terjadi beberapa kali. Penunjukan itu diputuskan oleh Mendagri saat itu, Tjahjo Kumolo.