Presiden Yaman Muncul di TV dengan Bekas Luka Bakar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ali Abdullah Saleh. AP/Yemen state TV/Muhammed Muheisen

    Ali Abdullah Saleh. AP/Yemen state TV/Muhammed Muheisen

    TEMPO Interaktif, Sanaa - Setelah sebulan meninggalkan negaranya untuk berobat di Arab Saudi, Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh akhirnya muncul di televisi, Kamis, 7 Juli 2011, kemarin. Dalam pidatonya, dia mengatakan siap berbagi kekuasaan asalkan sesuai konstitusi. Dalam kemunculan pertamanya ini, Saleh yang berhasil selamat dari serangan roket kelompok antipemerintah 3 Juni lalu di halaman istananya, memperlihatkan tanda-tanda bekas luka bakar di wajahnya. Bekas luka itu ditutup dengan sorban. Tangannya juga masih diperban. 

    "Kami tidak melawan partisipasi. Kami berpartisipasi dengan semua kekuasaan politik, apakah mereka oposisi atau berkuasa. Tapi, dalam menghidupkan sebuah program harus berdasarkan persetujuan rakyat," kata Saleh di Yaman TV.

    Meski Saleh sudah terbang ke Saudi, namun dia tak membiarkan orang lain menggantikan posisinya. Sekalipun kalangan internasional menekannya dan kelompok antipemerintah terus memprotes 33 tahun pemerintahannya selama enam bulan terakhir. Untuk tugas-tugas pemerintahan, Saleh menunjuk wakil presiden sebagai penggantinya sementara. Dalam sebuah catatan menantang, Saleh mengatakan akan "melawan tantangan dengan tantangan." Seorang aktivis yang dimintai tanggapan soal pernyataan Saleh mengatakan pidato itu tak memberi harapan apapun. "Pidatonya normal, tidak memberi tawaran yang baru.

    REUTERS | SUNARIAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Catatan Tentang Cuti Bersama 2022

    Sebanyak 16 hari libur nasional telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk cuti bersama dan pergesera libur akan disesuaikan dengan kondisi.