Ba'asyir Peringatkan Australia Jika Menyerang Kaum Muslim

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Amir Majelis Mujahidin Indonesia, Abu Bakar Ba’asyir dilaporkan telah memperingatkan bahwa Australia akan hancur dalam waktu singkat jika menyerang kaum muslim. Harian terkemuka Australia,The Sydney Morning Herald sebagaimana dikutip kantor berita AFP mengatakan bahwa Ba’asyir, yang berusia 64 tahun ini telah memberikan peringatan tersebut melalui pernyataan tertulisnya, minggu lalu. Hal tersebut dilakukan melalui salah seorang perantara ketika dirawat di rumah sakit. Para tokoh Islam juga mengatakan bahwa Australia telah mengobarkan api peperangan terhadap kaum muslim, jika mereka tetap bersikeras melaksanakan ide yang dianggap gila. Ide gila itu adalah adanya aksi penyerangan ke Asia Tenggara sebagaimana dilontarkan Perdana Menteri John Howard, minggu lalu. “Jika pernyataan John Howard itu diikuti oleh seluruh rakyat Australia, Anda harus tahu bahwa akan segera terjadi perang dunia. Dan jika Tuhan menghendaki, Australia akan binasa dalam waktu yang singkat, sehubungan dengan ide gila dari perdana menteri Anda itu,” kata Baasyir sebagaimana dikutip AFP. Sementara itu, secara terpisah, harian The Australian sebelumnya juga melaporkan bahwa Ba’asyir yang menghadiri pertemuan pada bulan Februari lalu di Bangkok dengan lima pimpinan tertinggi Jemaah Islamiyah (JI), telah mentargetkan Bali sebagai target aksi terorisme. Laporan yang berisi hasil interogasi polisi Indonesia terhadap para tersangka teroris di Malaysia dan Indonesia mengatakan bahwa hal ini merupakan petunjuk pertama tentang keterkaitan antara Ba’asyir dan peristiwa bom Bali. Dalam pernyataannya kepada Herald, Ba’asyir mengatakan, “Masyarakat Australia, Allah telah berfirman, tidak ada masalah dengan Islam. Tetapi pemimpin mereka, seperti Howard, telah memberikan pengaruh pada rakyat banyak untuk memusuhi Islam.” Ba’asyir menggambarkan Howard sebagai sekutu George W. Bush dengan julukan presiden terburuk dan setan terjahat di dunia. Ba’asyir, pimpinan pondok pesantren Al Mukmin di Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah, mengatakan bahwa aksi pemboman bunuh diri bisa dilakukan dalam rangka membela Islam. Dia mengatakan, “Aksi bom tersebut adalah perbuatan yang sahid. Sebuah jihad yang tinggi, yang perlu dilakukan jika kita dipaksa untuk itu.” Baa'syir lalu mengambil Palestina sebagai contoh. Di tempat tersebut memang tidak ada jalan lain untuk membela diri sendiri dan Islam. “Seluruh ulama setuju dengan mati syahid itu karena memang harus dilaksanakan,” katanya dengan tegas. Sebagai respon terhadap pernyataan tertulis Ba’asyir tersebut, Howard mengatakan akan memikul semua kesulitan. “Tidak ada penderitaan yang akan dialami oleh seluruh negara muslim atau untuk Islam. Kita belum mengambil tindakan terhadap negara-negara tetangga, bahkan juga negara-negara Islam.” (AFP/D.A Candraningrum - TNR)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.