Presiden Bush Sambut Baik Perdamaian RI-GAM

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Amerika Serikat George W. Bush menyambut baik ditandatanganinya kesepakatan damai antara pemerintah Indonasia dan GAM di Aceh pada tanggal 9 Desember lalu. “Saya mengucapkan selamat kepada Pemerintah Indonesia dan pemimpin GAM atas ditandatanganinya kesepakatan damai pada tanggal 9 Desember 2002. AS mendukung penuh upaya berani untuk mengakhiri konflik yang telah memakan ribuan korban jiwa tak berdosa di Aceh dan telah merobek jalinan persatuan Indonesia selama lebih dari tiga dekade,” katanya seperti tertulis dalam siaran pers dari Kedutaan Besar AS untuk Indonesia yang diterima Tempo News Room, Kamis (12/12). Dalam pernyataannya tersebut, Presiden Bush memuji Presiden Megawati dan rakyat Aceh yang telah mengutamakan jalur rekonsiliasi di atas kekerasan. Dia juga menghargai upaya keras yang telah dilakukan oleh Henry Dunant Center untuk membantu terlaksananya kesepakatan ini. “Kami juga menyambut baik keputusan pemerintah Thailand dan Filipina menempatkan pengawas guna mendukung misi ini,” ujar Bush seperti dijelaskan dalam rilis tersebut. Dia juga menegaskan posisi Amerika Serikat yang mendukung penuh mekanisme monitoring yang ditetapkan oleh perjanjian ini yang menjamin kedua belah pihak mentaati dan menindaklanjuti komitmen yang telah diberikan. Untuk membantu terciptanya perdamaian, AS akan bekerjasama erat dengan Jepang, Australia dan mitra Indonesia lainnya dalam beberapa bulan ke depan, guna memberikan bantuan kemanusiaan dan rekonstruksi di Aceh. Menurut Bush, perjanjian yang disepakati tersebut menunjukkan bahwa upaya Indonesia melawan terror dan mempertahankan persatuan sejalan dengan upaya prinsipil menyelesaikan masalah-masalah politik penting. “Perjanjian ini membuka harapan bagi perluasan otonomi dan menunjukkan rasa hormat kepada rakyat Aceh,” katanya. Dia juga menyerukan kepada semua pihak dalam perjanjian ini agar memenuhi komitmennya masing-masing dan membangun masa depan lebih baik seperti yang diidamkan dan layak didapat oleh seluruh rakyat Indonesia yang cinta damai. (D.A Candraningrum – TNR)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.