Hampir Mati Gara-gara Menyantap Daging Babi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Darren Ashall. foto: dailymail

    Darren Ashall. foto: dailymail

    TEMPO Interaktif, London - Seorang ayah mengatakan hampir tewas gara-gara menyantap daging babi yang belum matang. Darren Ashall, demikian nama pria malang itu, menderita gangguan otak yang berpotensi mematikan setelah listeria meningitis menyerang sistem kekebalan tubuhnya dan menyebabkan otaknya bernanah.

    Penyakit yang menyebabkan pria 46 tahun itu terpaksa harus dirawat lima bulan di rumah sakit itu bermula saat ia menyantap dua potong daging babi yang dimasak di atas kompor saat ia bekerja jauh dari rumah di Birmingham. "Saya rasa satu potong tidak matang dengan baik. Saya menyesal memakannya. Saya tahu itu sebuah kesalahan," kata pria yang kini tak bisa jalan dan masih berjuang untuk bisa berkomunikasi.

    Setelah kejadian itu, ia jatuh sakit. Sebulan kemudian ia pergi ke rumah sakit karena merasa menderita serangan jantung. Tapi tiga hari berikutnya, satu sisi wajahnya mulai miring dan orang-orang mengiranya terserang stroke. "Saya berobat, tapi tidak ada perbaikan."

    Dia pertama berobat ke Chorley and Saouth Ribble Hospital pada 11 Februari, tapi kemudian pulang. Dua hari kemudian, dia kembali berobat setelah kondisinya memburuk dan masuk ke ruang perawatan intensif. Istrinya, Paula, 43 tahun, dan kedua putranya Sam, 19 tahun, dan Jack, 21 tahun, terus berjaga di samping tempat tidurnya saat kondisinya memburuk. Istrinya bahkan berpikir suaminya akan meninggal.

    Beberapa pekan kemudian dia dipindahkan ke rumah sakit Royal Preston dan sedikit demi sedikit kondisinya mulai membaik. Kini dia mulai bisa melihat dan bersuara. Kendati belum sembuh total, dokter mengatakan Darren beruntung masih bisa hidup.

    DAILY MAIL | SUNARIAH



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.