Thailand Temukan E. coli di Kol dari Jerman  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Uji Laboratorium bakteri E. coli dalam sayur-mayur asal Eropa. AP/Oleg Popov

    Uji Laboratorium bakteri E. coli dalam sayur-mayur asal Eropa. AP/Oleg Popov

    TEMPO Interaktif, Bangkok - Kementerian Kesehatan Thailand menemukan bakteri E. coli di kohlrabi atau kol (dikenal sebagai lobak Jerman) yang diimpor dari Eropa Utara. Kementerian Kesehatan Thailand membutuhkan tes laboratorium selama tiga sampai lima hari untuk menentukan apakah bakteri yang ditemukan berbahaya.

    Direktur Pelaksana Departemen Ilmu Medis Kementerian Kesehatan Thailand, Dr. Sathaporn Wongcharoen, mengatakan departemennya menemukan kol yang diimpor dari Eropa Utara itu mengandung E. coli saat dilakukan tes laboratorium. Akan tetapi, belum diketahui apakah E. coli yang terkandung dalam kol tersebut merupakan varian O014.

    Kol itu akan dikirim ke Institut Kesehatan Nasional Thailand untuk tes lanjutan dan menentukan apakah sayuran itu mengandung E. coli O104. Menurut Sathaporn, hasil tes lanjutan bisa diketahui dalam waktu tiga sampai lima hari.

    Sathaporn mengatakan penemuan E. coli pada buah-buahan dan sayuran merupakan sesuatu yang normal sebab beberapa varian E. coli tidak mematikan dan bisa dimusnahkan jika makanan itu dimasak dengan temperatur di atas 70 derajat Celsius.

    Sathaporn mengatakan warga tidak perlu panik. Namun, ia menyarankan warga rutin mencuci tangan, memasak makanan dengan baik, dan menggunakan sendok.

    Pada Jumat lalu, Pemerintah Thailand mengatakan E. coli yang ditemukan di buah alpukat dari Eropa tidak berbahaya.

    Bakteri E. coli telah menewaskan 33 orang di Jerman dan membuat sedikitnya 3.000 orang sakit.

    MCOT | KODRAT



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Catatan Tentang Cuti Bersama 2022

    Sebanyak 16 hari libur nasional telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk cuti bersama dan pergesera libur akan disesuaikan dengan kondisi.