Polisi Buru Lima Tersangka Lagi Pelaku Peledakan Bom Bali

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Manila:Petugas kepolisian saat ini tengah memburu sedikitnya lima orang tersangka, di samping Amrozi yang telah ditahan. Mereka diduga telah membantu merakit bom yang diledakkan di Bali dengan tujuan untuk membunuh sebanyak mungkin warga Amerika Serikat. Ketua Tim Investigasi Kasus Bom Bali, Irjen Pol. Polisi I Made Mangku Pastika, Jumat (8/11) di Manila, Filipina, memberikan detail yang menakutkan dari plot tragedi bom di Bali, yang menyebabkan lebih dari 180 nyawa melayang itu. Pastika, yang sedang menghadiri Konferensi Anti Terorisme Regional, menyatakan Amrozi telah mengakui membantu merakit bom utama dengan latar belakang kebenciannya terhadap orang Amerika. Amrozi ingin membunuh sebanyak mungkin orang Amerika. Dia melakukannya karena, menurut dia, orang Amerika menindas kaum muslim. Sebab itu, dia ingin membalas perlakuan itu, kata Pastika, seperti diberitakan AFP. Ditambahkan, Amrozi juga mengaku tidak terlalu senang dengan korban tragedi bom itu karena yang tewas adalah warga Australia, bukannya Amerika. Sedikitnya, tiga orang warga Amerika berada di antara ratusan korban yang berasal dari Australia dan Indonesia. Pastika juga menginformasikan hasil investigasi yang telah diperoleh timnya bahwa perencanaan untuk serangan bom di Bali dimulai awal September, di Malaysia. Kini, pihak berwenang di negeri Jiran juga sedang mencari sedikitnya lima orang tersangka lainnya. Mereka seluruhnya warga Indonesia yang identitasnya telah diketahui. Para penyelidik juga tengah memfokuskan perhatian terhadap kaitan yang mungkin terjadi antara Amrozi dengan Jamaah Islamiyah (JI), kelompok teroris regional yang diduga menarik picu bom di Bali. Pastika mengatakan, sejauh ini belum ada kaitan yang ditemukan di antaranya, meski Amrozi telah mengakui bertemu dengan Abu Bakar Baasyir dan Hambali. Seperti diketahui, pemerintah Singapura dan Malaysia menyatakan bahwa Baasyir, yang telah ditahan di Jakarta, adalah pemimpin spiritual JI. Sedangkan Hambali, yang masih diburu petugas, diyakini sebagai kepala operasionalnya. Pastika mengatakan, Amrozi adalah salah satu dari sekian banyak orang (pria) yang mempelajari jihad dari Baasyir. Dalam pengakuannya, Amrozi juga menyatakan dirinya pernah bertemu Hambali pada waktu yang sudah lama sekali, dan tidak ada kaitannya dengan bom di Bali. (Wuragil/AFP/TNR)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.