Filipina akan Tinjau Kerjasama Antiteroris dengan Australia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Canberra:Penasihat Keamanan Nasional Filipina, Roilo Golez mengatakan bahwa Manila harus meninjau kembali proposal kerjasama antiteroris dengan Australia, setelah Perdana Menteri John Howard mengeluarkan ancaman akan menyerang teroris di negara tetangga. Golez mengatakan ancaman serangan tanpa persetujuan dari negara yang bersangkutan akan menyerang kedaulatan negara tersebut. Dia juga mengatakan memorandum antara Filippina dan Australia untuk bekerjasama melawan terorisme harus ditinjau kembali mengingat komentar dari Howard. "Kita harus meninjau kembali ketentuan tersebut hanya untuk meyakinkan bahwa tidak ada sesuatu yang bisa diinterpretasikan sebagai persetujuan terhadap serangan yang akan dilakukan Australia," kata Golez kepada televisi yang dikutip oleh AFP. Sementara itu Menteri Luar Negeri Australia, Alexander Downer menanggapi dingin pernyataan tersebut. Downer mengatakan Filppina mungkin akan tetap menandatangani perjanjian tersebut. "Kami yakin bahwa memorandum pemahaman dalam menangani terorisme bukan hanya keinginan Australia, ini juga keinginan Filippina, ini keinginan kami berdua," kata Downer kepada Channel 10. Downer mengatakan perjanjian yang sama dengan Indonesia dan Thailand telah berjalan efektif. Perjanjian itu menjadi dasar kerjasama investigasi antara Australia dan Indonesia terhadap kasus bom di Bali pada Oktober lalu. Pada persitiwa itu sekitar 190 orang tewas, di mana sebagian besarnya adalah warga Australia. Seperti diketahui Perdana Menteri Australia John Howard mengeluarkan respon yang sangat cepat terhadap situasi di Asia Tenggara. Pada minggu lalu dia mengatakan bahwa dia akan memerintahkan serangan balik terhadap tersangka terorisme di negara-negara yang dipercayainya tempat mereka melancarkan serangan dengan target sasaran Australia. Menanggapi Howard para pemimpin politik di Indonesia, Malaysia dan Philippina semuanya mencela balik pernyataan tersebut. Bahkan, Perdana Menteri Malaysia, Mahatir Muhamad mengatakan setiap tindakan Australia terhadap negaranya hal itu berarti perang.(AFP/Dewi Retno-Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.