Pekerja Fukushima Terpapar Radiasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja yang terkontaminasi radiasi saat melaksanakan kegiatan di pembangkit nuklir Fukushima Dai-ichi Kamis lalu, di tutupi terpal sebelum mendapat perawatan dekontaminasi di sebuah rumah sakit di Fukushima, Timur laut Jepang. AP/ Kyodo News

    Pekerja yang terkontaminasi radiasi saat melaksanakan kegiatan di pembangkit nuklir Fukushima Dai-ichi Kamis lalu, di tutupi terpal sebelum mendapat perawatan dekontaminasi di sebuah rumah sakit di Fukushima, Timur laut Jepang. AP/ Kyodo News

    TEMPO Interaktif, Tokyo - Media Jepang kemarin melaporkan sejumlah pekerja Tokyo Electric Power Company (TEPCO), operator Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima Daiichi, telah terpapar radiasi sedikitnya 250 milisieverts. Maksimum dosis yang bisa ditoleransi manusia adalah 100 milisieverts. Radiasi paparan merambat hingga 250 milisieverts sejak krisis nuklir terjadi.

    Para pekerja itu terpapar ketika bekerja di dalam pusat ruang kendali PLTN dan di luar gedung reaktor. Laporan-laporan itu menyebutkan para pekerja kedapatan dengan level radioaktif iodine di kelenjar tiroid mereka 10 kali lebih tinggi dari pekerja biasa.

    TEPCO menyebutkan telah melakukan pengukuran internal paparan radiasi kepada seluruh pekerjanya yang terlibat dalam kerja darurat di PLTN itu yang rusak oleh gempa dan tsunami pada 11 Maret lalu. Perusahaan itu sudah memberi catatan kepada badan energi atom pemerintah soal kemungkinan problem baru. Dalam sebuah pernyataan badan itu mengkonfirmasi bahwa, “Kelenjar tiroid dua pekerja pria menunjukkan level tinggi radiasi (iodine-131).”

    Kantor berita Jiji Press melaporkan dua pekerja itu telah menghentikan aktivitasnya di PLTN dan saat ini tidak sakit. Mereka akan menjalani pengecekan lanjutan. Bila memang terpapar, itu akan menandai kasus pertama ekses paparan radiaso di antara ratusan pekerja darurat yang berjuang mengendalikan PLTN tersebut.

    Baik pemerintah maupun TEPCO tengah dalam tekanan agar membuka informasi yang cukup soal dosis radiasi dan risiko-risikonya. “Problemnya adalah terlalu banyak kebijakan yang difokuskan pada perlindungan TEPCO dan tidak cukup dalam hal (kepentingan) publik,” ujar Kiyoshi Kurakawa, seorang dokter mantan penasihat ilmu pengetahuan ke pemerintah pada 2006-2008.

    Paparan radiasi hingga 250 milisieverts setara lebih dari dari paparan 400 sinar X ke perut. Para pakar terbelah soal dampak kesehatan jangka panjang, tapi paparan tinggi radiasi terkait risiko tinggi kanker.

    Sementara itu, beberapa jajak pendapat menunjukkan ketidakpercayaan masyarakat meningkat. Survei yang digelar Fuji Television Network kemarin menunjukkan hampir 85 persen responden bilang pihak yang mengoperasikan PLTN yang rusak tengah menghadapi krisis parah. Gempa dan tsunami merusak sistem pendingin krusial di pembangkit itu yang menyebabkan krisis nuklir terburuk sejak bencana Chernobyl 1986.

    Fuji TV mengatakan sebanyak 81 persen responden bilang mereka tidak mempercayai pemerintah soal krisis. Sekitar 78 persen mengatakan Perdana Menteri Naoto Kan tidak memiliki kepemimpinan baik dalam penanganan bencana. Dia menghadapi desakan mundur, bahkan dari dalam partainya sendiri. Partai-partai oposisi diduga bakal mengajukan satu mosi tidak percaya kepada Kan paling cepat Kamis pekan ini.

    REUTERS | AP | DA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.