Lembaga Top Dunia Kelola Aset Libya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Rodrigo Abd

    AP/Rodrigo Abd

    TEMPO Interaktif, London - Global Witness, sebuah kelompok lembaga advokasi dan kampanye antikorupsi global yang bermarkas di London, Inggris, kemarin melaporkan aset kekayaan Libya yang disimpan di sejumlah bank, termasuk di perusahaan-perusahaan raksasa di berbagai negara. Total aset Libya yang diperoleh dari penjualan minyak bumi diperkirakan US$ 53 miliar hingga Juni tahun lalu.

    Secara terperinci, Global Witness menyebutkan HSBC mengelola dana Libya di 10 rekening dengan total nilai US$ 292,69 juta. Perusahaan Goldman Sachs mengelola tiga rekening negara kaya minyak tersebut senilai US$ 43 juta. Pengelolaan dana menggunakan sejumlah mata uang, seperti dolar Amerika Serikat, poundsterling, Swiss franc, euro, dan dolar Kanada.

    Otoritas Penanaman Modal Libya juga menginvestasikan dana dengan porsi lebih besar, yakni sekitar US$ 19 miliar, di sejumlah bank di Libya dan Timur Tengah, termasuk di Bank Sentral Libya, Bank Korporasi Arab, dan Bank Umum Arab Inggris.

    Menurut Global Witness, hampir US$ 4 miliar dari dana yang dikelola LIA juga diinvestasikan di sejumlah perusahaan keuangan, seperti Societe Generale (US$ 1 miliar), JP Morgan (US$ 171 juta), dan OCH-ZIFF (US$ 328 juta).

    LIA juga memiliki miliaran dolar dalam bentuk saham di perusahaan-perusahaan yang memproduksi peralatan rumah tangga, seperti General Electric, BP, Vivendi, Nokia, dan Deutsche Telekom.

    Direktur Global Witness Charmian Gooch menjelaskan meski dana itu atas nama negara Libya, Qadhafi dan putranya, Saif al-Islam Qadhafi, mengendalikan langsung Otoritas Penanaman Modal Libya.

    Penyidik Mahkamah Internasional menuturkan hal serupa, Qdhafi tidak membuat perbedaan jelas antara aset pribadi dan aset negara.Gooch juga mengkritik bank-bank asing yang menolak memberikan informasi dengan alasan kerahasiaan bank. Padahal, aset-aset itu milik rakyat Libya.

    Robert Palmer, juru kampanye Global Witness, mengaku kaget atas kemauan lembaga-lembaga internasional kelas top itu berbisnis dengan Libya, yang telah menyalahgunakan aset negara untuk kepentingan pribadi penguasa.

    Laporan terbaru menyebutkan Qadhafi menyimpan miliaran dolar hasil penjualan minyak di sejumlah rekening di Wall Street dan lembaga keuangan di Eropa.

    GLOBALWITNESS.ORG ISYDNEY MORNING HERALD I VOA | REUTERS | MARIA RITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.