Gerakan Non-Blok Desak Anggotanya Akui Palestina

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Nasser Shiyoukhi

    AP/Nasser Shiyoukhi

    TEMPO Interaktif, Nusa Dua - Mesir yang mengetuai Gerakan Non-Blok kemarin mendesak seluruh anggotanya mengakui kemerdekaan Palestina. "Pendudukan Israel terhadap Palestina tak bisa dibiarkan terus-menerus," kata Menteri Luar Negeri Mesir, Nabil al-Araby, di sela-sela Konferensi Tingkat Menteri Gerakan Non-Blok di Nusa Dua, Bali.

    "Semua negara di dunia harus menerima penyelesaian dua negara, Palestina dan Israel," ujar Menteri Nabil. Tuan rumah konferensi ke-16 ini. Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa mendukung sikap Mesir. "Pertemuan di Bali ini akan memberikan momentum baru agar 29 negara bisa segera memberi pengakuan," katanya.

    Menurut Marty, 29 dari 118 negara anggota Gerakan Non-Blok belum memberikan pengakuan terhadap negara Palestina, termasuk dua negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), yakni Thailand dan Singapura. Marty menambahkan, dukungan dari 29 negara itu penting. "Sebab, sejak lama GNB mendukung Palestina."

    Nabil menegaskan bahwa Palestina harus segera merdeka karena sudah lama dijajah Israel. "Kita tidak bisa mendasarkan keamanan di atas ketidakamanan," ujarnya. Terlebih lagi, Presiden Amerika Serikat Barack Obama beberapa hari lalu juga telah mendeklarasikan pembentukan Palestina yang berdaulat.

    Konferensi ini dihadiri 86 dari 118 negara anggota, 12 negara pemantau, dan 16 negara tamu. Ke-12 negara pemantau ini antara lain Argentina, Bosnia, Brasil, Cina, dan Meksiko. Adapun negara tamu di antaranya Australia, Korea Selatan, Selandia Baru, Portugal, Spanyol, Turki, Swiss, dan Amerika Serikat.

    Namun, dalam konferensi tahun ini, Libya, yang tercatat sebagai anggota, tidak dilibatkan. Hal itu karena situasi politik di negara kaya minyak tersebut. "Gerakan Non-Blok tak mengundang Libya karena ada dua kelompok yang ingin datang, yaitu kelompok pemerintah dan pemberontak," kata Marty.

    SUNARIAH

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.