Menlu Mesir: Pendudukan Israel Tidak Bisa Dibiarkan Terus-Menerus  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nabil al-Arabi. AP/Tatan Syuflana

    Nabil al-Arabi. AP/Tatan Syuflana

    TEMPO Interaktif, NUSA DUA – Menteri Luar Negeri Mesir Nabil Al-Araby menegaskan pendudukan Israel terhadap Palestina tidak bisa dibiarkan terus-menerus. Pernyataan itu disampaikan Nabil usai mengikuti pembukaan acara Konferensi Tingkat Menteri ke-16 Gerakan Non-Blok di Nusa Dua, Bali, hari ini, Rabu, 25 Mei 2011.

    Karena itu, kata Nabil, semua negara di dunia harus menerima penyelesaian dua negara: Palestina dan Israel. Termasuk negara-negara anggota Gerakan Non-Blok (GNB). “Saya sudah meminta anggota GNB memberikan dukungan,” kata Nabil di sela-sela konferensi.

    GNB sendiri mempunyai 118 anggota. Tapi, dari jumlah itu, 29 negara belum memberikan pengakuan, termasuk dua anggota ASEAN: Thailand dan Singapura. Untuk mengatasi hambatan ini, Mesir dan Indonesia sepakat bekerja sama melakukan pendekatan terhadap negara yang ada di kawasan masing-masing.

    Menurut Nabil, pengakuan terhadap negara Palestina harus segera dilakukan karena negara itu sudah lama dijajah Israel. “Kita bisa berbicara tentang keamanan dari negara, tapi kita tidak bisa mendasarkan keamanan diatas ketidakamanan,” tuturnya.

    Konferensi tahun ini diikuti 86 dari 118 negara anggota, 12 negara observer, dan 16 negara tamu. Ke-12 negara observer, antara lain Argentina, Bosnia, Brasil, Cina, dan Meksiko. Sedangkan negara tamu antara lain Australia, Korea Selatan, Selandia Baru, Portugal, Spanyol, Turki, Swiss, dan Amerika Serikat. Adapun Libya yang merupakan anggota GNB, absen terkait situasi politik di negara itu.

     

    SUNARIYAH

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.