Ramos Horta: Kerusuhan Timor Leste Butuh Perhatian Dunia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Lisabon:Menteri Luar Negeri Timor Leste Jose Ramos Horta mengatakan kerusuhan yang melanda ibu kota negaranya, Dili, Rabu (4/12) kemarin, membutuhkan perhatian dunia internasional. Perhatian itu tak lain untuk mewujudkan perdamaian di negara yang baru berpisah dari Indonesia ini. "Kejadian (kerusuhan) kemarin menunjukan sebuah sinyal kami membutuhkan pertolongan agar tercipta perdamaian dan satabilitas,” kata Ramos Horta seperti dikutip kantor berita Portuguese Lusa, Rabu (4/12) atau Kamis (5/12) waktu Indonesia bagian barat. Ramos Horta yang saat ini sedang singgah di Madrid, Spanyol, dalam perjalanannya menuju Meksiko, juga meminta tentara keamanan PBB di Timor Leste untuk tetap tinggal dalam beberapa bulan ke depan. Ia menyalahkan mahasiswa sebagai biang dari kerusuhan terburuk sejak Timor Leste memperoleh kemerdekaan Mei tahun lalu. Sementara itu, Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Sergio Vieira de Mello mengatakan bahwa usahanya berjalan mundur akibat pecahnya kerusuhan itu. Meski peristiwa itu bukan merupakan sesuatu yang mengejutkan. “Selama tiga dekade terkahir telah tertanam dibenak mereka (warga Timor Leste) budaya kekerasan,” kata dia dalam konferensi pers di Jenewa, Swiss, “Kamu tidak menciptakan sebuah budaya perdamaian dan toleransi selama tiga tahun terakhir.” Diplomat asal Brasil ini, yang menjadi staf PBB di Timor Leste antara 1999 hingga Mei 2002, mengaku sangat sedih dengan peristiwa kerusuhan itu. Dan ia juga mengaku kaget, tapi bukan karena pecahnya kerusuhan tapi skala dari peristiwa itu. Vieira de Mello mengharapkan, “Kerusuhan ini hanya merupakan salah satu bagian dari sulitnya hidup berdemokrasi, toleransi dan rekonsiliasi di negara yang hanya mengenal lawan bukan kawan.” Di Washington, pemerintah Amerika Serikat mengaku prihatin atas peristiwa itu. “Kami mengecam dan prihatin atas peristiwa kerusuhan baru-baru ini (di Timor Leste),” kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri Jo-Anne Prokopowicz. Sebuah pesan disebarkan oleh Kedutaan Besar AS di Dili yang berisi peringatan bahwa kerumunan yang melanggar peraturan dan mengancam warga Amerika agar diamankan. Meski hingga saat ini tidak ada satupun warga asing yang menjadi target dari para demonstran. Hingga kini ratusan tentara keamanan PBB melakukan patroli di jalan-jalan kota Dili setelah pecah kerusuhan yang menewaskan dua orang mahasiswa dan mengakibatkan belasan bangunan dibakar, termasuk rumah Perdana Menteri Mari Alkatiri. (AFP/Kurniawan)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.