Australia Bantu Bangun Sekolah dan Puskesmas di Sumatera Barat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dubes Austaralia untuk Indonesia, Greg Moriarty. TEMPO/ JACKY RACHMANSYAH

    Dubes Austaralia untuk Indonesia, Greg Moriarty. TEMPO/ JACKY RACHMANSYAH

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Pemerintah Australia membantu pembangunan kembali sejumlah sekolah dan puskesmas di Sumatera Barat. Duta Besar Australia untuk Indonesia, Greg Moriarty, bersama Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Scot Marciel, menghadiri pembukaan kembali SDN Kajai 2 di Kota Pariaman.

    Pembukaan ini menandai selesainya Program Rekonstruksi Sekolah Sumatera Barat oleh Australia dan Amerika. Duta Besar Moriarty juga resmi membuka Puskesmas di Pauh Kambar. Seperti halnya sekolah, puskesmas ini dibangun kembali dengan menggunakan dana bantuan Pemerintah Australia menyusul bencana gempa bumi dahsyat bulan September 2009.

    Setelah gempa, Pemerintah Australia memberikan komitmen hampir sebesar 19 juta dolar Australia untuk Sumatera Barat. Sebesar 4 juta dolar Australia digunakan untuk bantuan kemanusiaan dan 15 juta dolar Australia digunakan untuk upaya pemulihan dan rekonstruksi.

    "Bersama-sama, ketiga pemerintah telah bekerja untuk membangun kembali 39 sekolah. Program ini telah memberikan kembali sekolah yang aman bagi sekitar 6.500 anak-anak Indonesia," ujar Moriarty dalam siaran pers, Rabu 18 Mei 2011.

    Delapan puskesmas di Sumatera Barat dibangun kembali dengan hibah dari Pemerintah Australia. Setiap puskesmas dilengkapi dengan ambulans baru. "Lebih dari 26.000 orang di Pauh Kambar akan memperoleh manfaat dari puskesmas ini. Setiap bulan, sekitar 2000 orang akan dapat mengakses layanan kesehatan ini," ujar Moriarty.

    Selama kunjungannya, Duta Besar Australia juga bertemu dengan Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno. Dia juga melihat simulasi tanggap darurat di sekolah dan puskesmas yang dikunjungi.

    POERNOMO GR



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.