Korban Kekerasan Bos IMF Trauma Berat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jeffrey Shapiro. AP/Bebeto Matthews

    Jeffrey Shapiro. AP/Bebeto Matthews

    TEMPO Interaktif, New York - Korban kekerasan seksual Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF), Dominique Strauss-Kahn ,mengalami trauma berat. Menurut pengacaranya, pelayan yang minta namanya dirahasiakan itu, tidak lagi bisa hidup normal dan selalu dalam ketakutan. Jeffrey Shapiro, pengacara pelayan berusia 32 tahun itu, mengatakan kliennya mengalami trauma luar biasa.

    Pelayan itu mengaku mengalami kekerasan ketika ia ingin membersihkan kamar Dominique pada Sabtu siang pekan lalu di Hotel Sofitel. Kandidat calon Presiden Prancis itu kemudian mengunci pintu, berusaha memperkosanya, dan memintanya melakukan oral seks.

    Sebelum peristiwa kekerasan seksual itu berlangsung, pelayan tersebut tinggal di apartemen kecil di The Bronx, New York. Ia tinggal bersama anak perempuannya.

    "Dunianya hancur. Perempuan ini merupakan pekerja keras, orang tua tunggal yang menghidupi putri berusia 15 tahun," kata Jeff seperti dikutip laman The Telegraph, Selasa 17 Mei 2011. Ia merasa beruntung bisa menyediakan makanan dan tempat tinggal untuk dirinya dan anaknya,

    Namun, sejak peristiwa kekerasan seksual itu terjadi, ia tidak bisa pulang ke rumah atau pun bekerja. Ia tidak tahu apa yang akan terjadi dengan masa depannya.

    AQIDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.