Istri Mubarak Kembalikan Uang dan Properti Ke Negara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suzanne Mubarak. AP/Franka Bruns

    Suzanne Mubarak. AP/Franka Bruns

    TEMPO Interaktif, KAIRO - Istri bekas Presiden Mesir Husni Mubarak berjanji akan mengembalikan uang dan propertinya kepada negara. Janji itu disampaikan Suzanne Thabet Mubarak, Senin 16 Mei 2011, tak lama setelah jaksa agung memerintahkan untuk menahan nenek 70 tahun itu.

    "Suzanne Thabet, istri bekas Presiden Husni Mubarak, memberikan tiga kuasa kepada jaksa Assem al Gohari, yakni menarik uang tunai dari rekening di dua bank dan menjual sebuah villa miliknya," demikian laporan kantor berita Mesir, MENA. Bekas first lady Mesir itu dijatuhi hukuman penjara 15 hari terkait kasus korupsi yang dilakukannya bersama keluarganya saat masih berkuasa. Namun, sebelum berada di belakang jeruji besi, Jumat pekan lalu dia terkena serangan jantung dan dirawat di sebuah rumah sakit di hunian mewah Sharm el-Sheikh, bersama suaminya. Suaminya, Mubarak, lebih dulu dulu ditahan tapi harus menjalani perawatan di rumah sakit karena menderita serangan jantung.

    Kendati masih dalam perawatan di rumah sakit, petugas menginterogasi Suzanne tentang vila mewah miliknya di Kairo dan dana 20 juta pound (Rp 277,7 miliar) di sebuah rekening bank. Pemerintahan militer, yang saat ini memerintah Mesir, juga telah mengeluarkan larangan bepergian untuk Suzanne, suami, dua anaknya, Alaa dan Gamal, beserta istri mereka. Jaksa Agung juga telah memerintahkan untuk membekukan aset mereka sesaat setelah bekas orang kuat Mesir itu terjungkal dari kekuasaannya.

    Suzanne, yang juga berdarah Inggris, sebelumnya diduga kuat sebagai orang yang berada di belakang rencana untuk menjadikan Gamal sebagai Presiden Mesir berikutnya, menggantikan ayahnya. Tapi, peluang ini tampaknya sulit setelah kejatuhan Mubarak 11 Februari lalu.

    YAHOONEWS | SUNARIAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.