Howard: Hubungan Kami Tak Akan Rusak karena Pernyataan Itu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Sydney:Perdana Menteri Australia John Howard tidak percaya pernyataannya yang akan melancarakan serangan pencegahan untuk melindungi negaranya dari terorisme akan merusak hubungan Australia dengan negara-negara di Asia Tenggara. “Saya tidak percaya hubungan kami rusak oleh pernyataan itu,” kata Howard setelah bertemu dengan Perdana Menteri Papua Nugini Sir Michael Somare di Sdney, Selasa (3/12). “Saya pikir mereka tahu dan mengerti untuk apa saya katakan itu dan itu adalah sebuah pernyataan yang jelas”. Howard menegaskan ucapannya mendekati kebenaran atau cukup akurat, dan dirinya membuat pernyataan itu dengan sangat hati-hati. “Terbukti mereka tidak secara langsung, baik teman kami atau siapa pun juga yang membaca ucapan saya datang ke kesimpulan itu (merusak hubungan),” tambah dia. “Kata-kata itu jelas, simpel, langsung dan orang-orang mengerti apa maksudnya dan mereka tidak mengartikan yang bukan-bukan,” kata Howard, “Pernyataan itu jelas memiliki hubungan mendasar dan tanggung jawab fundamental dari pemerintah”. Howard sendiri mengeluarkan pernyataan kontroversialnya dalam wawancara dengan televisi Channel Nine, Minggu (1/12) lalu. Menurutnya, ia kemungkinan bisa melakukan serangan pencegahan terhadap negara-negar di Asia yang dianggap mengancam Australia. Petinggi negara-negara Indonesia, Filipina, Malaysia dan Thailand menyambut berang pernyataan Howard itu. Wakil Presiden Hamzah Haz menyatakan tidak sepatutnya Howard mengeluarkan pernyataan itu. Ketua MPR Amien Rais mengatakan Howard harus minta maaf kepada Asia. Tapi, pernyataan Howard itu mendapat dukungan dari Presiden Amerika Serikat George W. Bush. “Presiden tentunya mendukung langkah pencegahan itu,” kata Juru Bicara Gedung Putih Ari Fleischer di Washington, Senin (2/12) kemarin. Fleischer menambahkan, tragedi 11 September mengubah semuanya. Dia berpendapat bangsa-bangsa di dunia harus meresponsnya dengan menguubah doktrin mereka dengan wajah baru dan aturan yang berbeda. (AFP/Kurniawan)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?